Kamis, 29 Agustus 2013

Your Eyes chp 3

YOUR EYES
(Chapter 3)

By : Rikha VR

Pairing         : KyuMin and other cast
Genre           : Romance, sad (maybe)
Rate            : T
Summary      : aku percaya akan menemukanmu kembali.

KyuMin belongs to GOD, dan Kyu milik min, dan min milik kyu..
Don’t be silent reader pleaseee
Typo dimana-mana..
Mianhae kalo ga jelas.. hahahha

Chapter Sebelumnya

Chapter sebelumnya
“dimana rumahmu?”
“aa,,, ak,, aku tidak punya tepat tinggal
“ehem.. tinggallah di apartementku..”

>>>>HAPPY READING<<<<
Sungmin  Pov
Aku mengerjabkan mataku saat kalimat itu sampai ke pendengaranku. Kalimat yang membuat jantungku ingin meloncat keluar.
“tinggallah di apartementku”.
Kalimat itu terdengar kembali dari bibirnya saat ia melihatku yang hanya diam dan menundukkan kepalaku.
“ani, tidak usah kyuhyun-ssi. Aku tidak ingin merepotkanmu” tolakku sopan. Bukannya aku tidak ingin tawaran menggiurkan itu, tapi aku bahkan belum mengenal kyuhyun, walaupun aku yakin dia orang baik, sangat baik bagiku.
“panggil aku kyuhyun saja. kau mau tinggal dimana? Kau bilang tidak punya tempat tinggal. Tinggallah untuk hari ini, ini sudah sangat malam. Aku mencemaskanmu.” Kata-katanya membuatku melayang-layang. Hei, dia mengkhawatirkanku.
Tanpa menunggu jawabanku, dia langsung membawa mobilnya menyusuri jalan sepi kota Seoul. Tak berapa lama tibalah kami di sebuah apartement simple namun terlihat mewah. Iapun menarik tanganku untuk membawaku masuk ke dalam apartementnya. Aku terus terdiam memandangi setiap sisi apartement mewah kyuhyun. Namun suaranya menyadarkanku dari lamunanku.
“mandilah, kau bisa pakai bajuku. Kamar mandinya ada di sebelah sana.” Katanya sambil memberikanku baju dan celananya. Aku dapat mencium wanginya dari baju ini. Aroma yang membuat jantungku berdebar-debar.
“ne, gomawo” kataku, lalu aku langsung masuk ke dalam kamar mandi, cukup lama aku merendamkan diriku, menikmati air hangat  mencoba melepaskan segala rasa lelah yang terasa di tubuhku. Tak lama akupun keluar dari kamar mandi itu, dan menemukan kyuhyun yang tengah duduk di sofa sambil memainkan PSPnya. Ia terlihat sangat tampan dengan pakaian santainya. Akupun mendudukan diriku di hadapannya. Memandangi cukup lama mata yang dulu membuatku hidup, dan mata yang kini membuatku lagi ingin tetap hidup.
“gomawo kyuhyun ah, maaf merepotkanmu.” Kataku memecahkan keheningan di antara kami.
“ne gwenchana. Kau bisa tidur di kamarku, dan aku akan tidur di sofa.” Katanya sopan.
“ani, aku saja yang tidur di sofa.” Aku tidak mungkin membiarkannya tidur di sofa, bagaimanapun ini adalah apartementnya.
“kalau begitu kita tidur di kamar berdua saja.” Ungkapnya dengan santai.
“mwo?” tanyaku cengo
“Hahahaha… “ dia tertawa sangat keras melihat wajah cengoku, aku langsung menutup mulutku tak sengaja terbuka tadi. Aaishh memalukan, batinku.
“kajja” ia menarik tanganku untuk mengikutinya masuk ke kamarnya. Debaran jantungku jangan di tanya lagi, tanganku bahkan sedikit bergetar karena grogi, bodohnya aku. Aku bahkan tidak dapat menolak saat ia menarik tanganku.
Sungmin pov End
………………………
Kyuhyun Pov

Aku menarik tangannya ke kamarku, aku dapat merasakan tangannya sedikit bergetar. Apa ia takut kepadaku? Hei aku namja baik-baik.
“jja, tidurlah aku tau kau sangat lelah” kataku sambil tersenyum manis kepadanya.
“n.. ne” katanya gugup. Lalu ia naik ke tempat tidurku dengan takut-takut dan berbaring di sana.
Akupun naik ke tempat tidurku, dan merebahkan tubuhku di sampingnya. Aku merasakan jantungku yang berdebar cepat. Debaran yang aneh menurutku, entahlah aku tidak mengerti dengan perasaanku. Tidak lama aku telah mendengar hembusan nafas teratur yang menandakan ia telah tidur saat ini. Aku pandangi lekat-lekat wajah itu. Sketsa wajah sempurna dari namja yang bahkan tidak ku kenal. Kulit mulus, hidung kecil, kedua pipi mulus yang berisi membuatku ingin memakannya, dan jangan lupakan bibir bershape M yang sangat menggoda itu. Aku mengalihkan pandangan mataku dari wajahnya, saat wajahku tiba-tiba terasa panas.
Aku memejamkan mataku, entahlah aku sendiri bingung dengan diriku, mengapa aku merasa sangat nyaman berada di dekat namja ini. Bahkan aku membawanya ke sini, tidur satu ranjang dengan namja yang tak ku kenal. Aku membuka kembali mataku, dan mengubah posisi tidurku menghadapnya, Aku tatap lagi wajah manis itu. Sangat manis, batinku. Mataku terpaku pada bibirnya yang seolah memanggilku untuk mendekat. Tanpa sadar aku mendekatkan wajahku, semakin dekat pada bibir itu.
“aiish, aku sudah gila” gumamku sambil mengelengkan kepalaku. Aku menjauhkan kembali wajahku, namun aku kembali melirik bibir itu. Aku mendekatkan lagi wajahku menuju bibirnya.
CHUP
Akupun mengecup bibirnya singkat. Sangat lembut itulah yang aku rasakan. Aku menggerakkan tanganku, mengusap lembut bibir itu. Aku terkejut saat ia sedikit menggeliat dari tidurnya. Aku segera menarik tanganku, dan memejamkan mataku, tak lama akupun tertidur.
Kyuhyun Pov End
………………………………..

Keesokan paginya Sungmin terbangun dari tidurnya, ia mencoba memandang pandangan sekelilingnya, pemandangan yang terasa asing baginya. Namun ia merasakan berat di pinggangnya, ia terkejut mendapati seseorang yang sedang tertidur di sampingnya, dengan tangan memeluk pinggangnya. Namun sungmin tidak berusaha melepaskan pelukan kyuhyun di pinggangnya, Ia malah berbaring kembali menghadap kyuhyun. Ia pandangi sosok namja yang terlihat sangat damai dalam tidurnya. Ia menyusuri setiap lekuk wajah kyuhyun sambil tersenyum. Rambut ikal, hidung  bangir, pipi tirus sedikit chubby, dan matanya terhenti pada bibir tebal kyuhyun. Lama ia pandangi bibir itu, sampai akhirnya ia mengalihkan pandangannya saat ia merasa wajahnya panas.
“apa yang sedang ku pikirkan.” Lirihnya. Sungmin segera beranjak dari tempat tidur kyuhyun dan pergi ke dapur untuk membuatkan sarapan untuk kyuhyun.
Tak lama sungmin sudah asik sendiri di dapur kyuhyun, tidak menyadari sepasang mata yang terus mengikuti setiap gerak geriknya dengan tatapan lembut. Tiba-tiba tubuh sungmin menegang saat ia merasakan sepasang tangan memeluk pinggangnya.
“aa.. ap..apa yang kau lakukan?” tanya sungmin dengan sangat gugup. Sungmin berusaha melepaskan diri dari pelukan kyuhyun. Namun kyuhyun tetap tak bergeming, dan makin memeluk sungmin erat.
“biarkan seperti ini sebentar saja”. Gumam kyuhyun.
Kyuhyun dan sungmin sama-sama hanya diam menikmati pelukan yang menghangatkan hati mereka masing-masing, meskipun sungmin merasa jantungnya sudah berdetak dengan sangat tidak normal. Namun tidak lama kyuhyun mendapatkan kembali kesadarannya, ia melepaskan pelukannya di pinggang sungmin dengan wajah yang sedikit merah. Ia menatap sungmin dengan canggung.
“mi..mianhae sungmin ah” kata kyuhyun sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Sungmin hanya menganggukan kepalanya. Lidahnya terasa kelu, ia sedikit tidak rela saat kyuhyun melepaskan pelukannya, namun ia juga malu saat menatap mata kyuhyun saat ini. Ia yakin wajahnya juga sama merahnya dengan kyuhyun. Kyuhyun lalu pergi meninggalkan sungmin dan kembali ke kamarnya.
………………………
“aaiiissshhh apa kau lakukan kyuhyun babooo” rutuk kyuhyun pada dirinya sendiri. Ia mengacak frustasi rambut ikalnya, tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lakukan.
“aku benar-benar sudah gila.” gumamnya.
...................
Makan pagi itu hanya di selimuti diam, kedua-duanya sama-sama tidak ingin menghentikan kesunyian itu. Kyuhyun sedikit melirik sungmin diam-diam, ia ingin sekali meminta maaf namun lidahnya terasa kelu.
“ehem”. kyuhyun mencoba memecahkan keheningan itu. Namun sungmin hanya diam saja sambil memainkan makanan di piringnya.
“terima kasih sudah mengizinkanku tinggal disini kyuhyun ah. Maaf jika aku merepotkanmu.” Kata sungmin membuat kyuhyun menatapnya.
“aah ne, gwenchana, kau bisa tinggal disini jika kau mau.”
“aniyo, hari ini aku akan mencoba mencari pekerjaan, dan mencari tempat tinggal. Gomawo, jeongmal gomawo”
“ne, gwenchana.”
Kyuhyun sebenarnya ingin menahan sungmin, namun ia mengurungkan niatnya. Ia menyadari ia tidak memiliki hak mencampuri kehidupan sungmin. Mereka melanjutkan sarapan mereka dalam keheningan kembali. Sesekali sungmin melirik kyuhyun, sungguh ia masih ingin bersama kyuhyun, merasakan tatapan kyuhyun, tatapan yang 10 tahun ia nantikan, namun ia tidak ingin kyuhyun menganggapnya sebagai beban, bahkan mereka bukan seorang teman.
………………….
Sungmin Pov
Kemana lagi aku harus mencari pekerjaan, batin sungmin. sudah 3 tempat aku datangi, namun sama sekali tidak membuahkan hasil. Kakiku mulai lelah berjalan dan perutku mulai terasa lapar. Aku tidak memiliki uang bahkan untuk membeli makanan. Aku kembali duduk di sebuah batu di taman yang selalu aku kunjungi. Aku mendongakkan kepalaku menatap langit, membiarkan panasnya matahari menerpa wajah cantiknya.
“aku merindukanmu kyu.” Lirihku saat lagi wajah kyuhyun menari-nari dalam pikiranku. Baru 5 jam aku tidak melihatnya namun aku merasakan begitu merindukannya. Suaranya, dekapan hangatnya, dan juga matanya membuatku sangat merindukannya. Tatapan mata itu begitu hangat, dengan melihat matanya saja cukup memberiku semangat untuk terus hidup. Apakah aku begitu egois kyu, karena aku begitu menginginkanmu. Apa aku salah karena aku merasa mampu hidup hanya saat bersamamu. Aku membuka mataku saat kurasakan hujan mulai turun, namun aku tetap duduk diam, membiarkan hujan membasahi diriku, membawa rasa sakit di hati dan di hidupnku bersama air yang mengalir. Cinta yang terlihat mustahil untuk ku miliki, hidupku yang sangat tidak bersahabat denganku. Lama aku biarkan diriku terguyur derasnya hujan, pandangan mataku mulai menipis, tubuhku sudah sangat menggigil karena dingin. Aku sangat merindukan kehadirannya disini.
Aku mencinta………………………………..
BRUKKK…
TBC
Apa yang terjadi dengan sungmin yang pingsan?? Apa kyuhyun akan menemukan dan mengingat sungmin????




Don’t Bash please, if you don’t like read my story. Don’t read!!! Easy kan…

Selasa, 27 Agustus 2013

bukan dia tapi aku

BUKAN DIA TAPI AKU
By : Rikha VR
Pairing : Kyumin and other cast
Genre : Romance, sad
Rate : T
Summary : berulang kali kau sakiti, namun aku tetap mencintaimu. Sadarkah kau cintaku lebih besar dari cintanya.
Declaimer : They are belongs to God and themselves..
Typo dimana-mana.. don't be silent reader please…
Happy reading… :D

Author pov
Seorang namja jangkung terlihat tengah bersembunyi di belakang sebuah mobil yang terparkir di pinggir jalan. Ia menatap tajam ke arah dua namja yang tengah asik berbincang hangat, sesekali tertawa bahagia bersama.
Namja jangkung itulah adalah Cho Kyuhyun seorang pelajar senior high school berusia 17 tahun. Mata kyuhyun terus memandangi kedua namja itu, terutama namja cantik yang kini terlihat sangat bahagia. Namja cantik itu adalah Lee Sungmin, sahabat kecil sekaligus orang yang ia cintai. Ia mencintai sungmin sejak mereka kecil, namun ia tidak pernah mengatakannya kepada sungmin.
"Ciih,, bahkan dia terlihat sangat bahagia saat bersama kuda itu." Umpat kyuhyun saat melihat raut bahagia sungmin. Ia bukannya tidak ingin melihat sungmin bahagia, tapi ia hanya ingin sungmin bahagia saat bersamanya. Ya egois memang, namun itulah cinta.
Cukup lama kyuhyun memandangi sungmin hingga akhirnya ia pergi meninggalkan tempat itu. Ia berjalan dengan langkah gontai, sesekali menyentuh dada kirinya yang terasa perih dan sesak. Perih saat goresan luka ditambahkan lagi ditumpukan luka yang sudah terlebih dulu ada di hatinya. Sudah lama kyuhyun mencintai sungmin dalam diam, namun sepertinya sungmin hanya menganggapnya sebagai sahabat dan juga dongsaengnya. Ya kyuhyun memang lebih muda 2 tahun dari sungmin.
Setibanya di rumah kyuhyun langsung menuju kamarnya, ia langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Kyuhyun memejamkan matanya merasakan kembali denyut nyeri di hatinya. Jujur ia telah lelah dengan rasa sakit yang sudah terlalu lama ia rasakan. Namun hatinya tidak bisa berhenti mencintai sungmin.
" kapan kau akan melihatku hyung? Kapan kau akan menyadari aku sangat mencintaimu." Gumam kyuhyun lirih.
Entah apa yang harus kyuhyun lakukan untuk membuat sungmin menyadari perasaannya. Haruskah ia menyerah dan melupakan sungmin. Entahlah…..
….
"hyung.."
"masuklah kyunnie" kata sungmin dari dalam kamarnya. Kyuhyunpun masuk langsung ke kamar sungmin. Ia heran melihat sungmin yang tengah merapikan pakaiannya yang sudah sangat rapi itu.
"kau mau kemana hyung?"
"Siwonnie mengajakku kencan"
"mwo? Bukannya kita ingin belajar bersama hyung?"
"mianhae kyu, besok saja kita belajarnya ne."
Lalu sungmin langsung mengambil tasnya dan beranjak meninggalkan kyuhyun, namun kyuhyun segera menahan tangan sungmin dan menatap sungmin dengan tatapan memohon.
"jebal kyuu.." rengek sungmin dengan puppy eyesnya.
Kyuhyunpun melepaskan tangan sungmin dan membiarkan sungmin pergi, ia tau ia tidak punya hak untuk melarang sungmin.
"mianhae kyu,, besok kita pasti belajar ne." kata sungmin sambil mencium pipi kyuhyun lalu pergi meninggalkan kyuhyun bersama luka baru yang lagi ia terima di hatinya.
"mengapa kau terus menyakitiku hyung." Batin kyuhyun.
…..
Keesokan harinya kyuhyun datang ke sekolah dengan wajah yang sangat tidak bersemangat, ia mendudukan dirinya dan langsung menyembunyikan wajanya di antara kedua tangannya di atas meja. Ia merasa semangatnya hilang seketika hanya karena sungmin menolak berangkat bersamanya dan lebih memilih berangkat bersama siwon.
"mianhae kyu, tapi siwonnie sudah menjemputku. Aku duluan ne." Hati kyuhyun kembali nyeri saat teringat ucapan sungmin tadi pagi.
Sungmin yang baru tiba di kelas heran melihat kyuhyun yang meringkuk di atas mejanya. Iapun segera menghampiri kyuhyun dan mengusap lembut surai rambut ikal kyuhyun.
"kyunnie, gwenchana?" tanya sungmin cemas.
Kyuhyun yang merasaka sentuhan di kepala dan mengenali suara seseorang di sampingnya segera mengangkat wajahnya dan menatap sungmin.
"kau sakit kyu?" tanya sungmin sambil menyentuh lembut dahi sungmin, namun sungmin terkejut saat kyuhyun tiba-tiba menarik tangannya dan menatapnya tajam.
"berhenti berpura-pura seolah-olah kau mencemaskanku lee sungmin." Desisnya marah. Kyuhyunpun meninggalkan sungmin yang masih memasang wajah terkejutnya. Ia tidak peduli dengan wajah sungmin yang tiba-tiba berubah sedih, hatinya terlalu sakit saat ini.

Sungmin Pov
Aku hanya mampu membulatkan mataku terkejut dengan perlakuan dan kata-kata kyuhyun padaku. Hatiku tiba-tiba merasa nyeri, tidak pernah kyuhyun memperlakukan itu kepadaku. Aku hanya memandangi punggungnya yang terus beranjak pergi meninggalkanku. Baru aku hendak mengejarnya namun tiba-tiba siwon datang dan membuatku lagi-lagi kalah.
"kau sudah sarapan minnie?" tanya siwon sambil mengelus lembut kepalaku.
"belum wonnie."
"kajja kita sarapan di kantin." Siwon menarik lembut tanganku dan membawaku ke kantin. Aku mau tak mau mengikutinya dan melupakan niatku untuk mengejar kyuhyun. Aku selalu melupakan segalanya saat bersama siwon. Apa aku mencintai siwon? Entahlah tapi aku rasa aku memang mencintainya.
…..
Ini sudah jam pelajaran ketiga, tap kyuhyun tidak juga menampakkan dirinya, membuatku sangat cemas. Aku memang sekelas dengan kyuhyun, karena berkat otak jeniusnya kyuhyun berhasil lompat 2 tingkat. Aku terus memikirkan kyuhyun, aku takut ia melakukan hal-hal bodoh. Aku sangat kenal sifatnya itu, meskipun dia jenius tapi dia juga sangat bodoh. Namun tiba-tiba perhatian seisiku dan seisi kelas tertuju pada sosok namja yang tengah menggandeng tangan seorang yeoja. Kyuhyun tengah mengandeng Haneul teman sekelas kami.
"Maaf kami terlambat" kata kyuhyun sopan sambil menarik haneul untuk duduk di bangkunya. Ia berjalan melewatiku begitu saja, bahkan tanpa memandangku sedikitpun.
"apa-apaan dia itu" batinku. Aku meremas dada kiriku sangat entah mengapa terasa sangat sesak. Mataku terasa panas, namun aku masih mampu menahan air mataku. Apa aku cemburu? Tidak itu tidak mungkin. Bagiku kyuhyun hanya sahabat dan dongsaengku, tidak mungkin aku mencintainya.

SKIP TIME

Sudah dua jam aku menunggu kyuhyun di rumahku. Bukankah ia berjanji untuk belajar bersamaku hari ini. Dengan kesal aku melangkahkan kakiku menuju rumahnya, yang berada tepat di samping rumahku.
"annyeong heechul eomma" sapaku kepada yeoja cantik yang merupakan eomma kyuhyun.
"annyeong minnie, sudah lama sekali kau tidak kemari"
"ne, mianhae eomma, minnie sedikit sibuk belakangan ini. Bogoshipo eomma" kataku sambil memeluknya. Aku memang sangat dekat dengan Heechul eomma, bagiku ia sudah seperti eommaku juga. Namun tiba-tiba sebuah suara yang sangat ku kenal menginstrupsi kami.
"untuk apa kau kemari" tanyanya ketus.
"YA! Sopan sekali ucapanmu itu" kataku kesal. Tanpa menjawab pertanyaanku ia langsung menghilang masuk ke dalam kamarnya. Heechul eomma hanya bisa menggeleng melihat pertengkaran kami. Ia sudah terbiasa melihat kami bertengkar. Aku langsung melangkahkan kakiku kesal masuk ke kamarnya.
Sesampai di kamarnya, aku lihat ia tengah berbaring memunggungiku sambil bermain dengan PSP kesayangannya. Membuatku benar-benar kesal bocah ini.
"YA! Kau bilang ingin belajar bersamaku. Aku sudah menunggumu dua jam kenapa kau tidak datang?" tanya ku kesal. Ia mendudukan dirinya dan menatapku dengan pandangan yang sulitku artikan. Ada luka yang jelas tersirat di matanya.
"ku pikir kau melupakannya lagi" jawabnya santai
"kau sungguh menyebalkan cho" desisku.
"kau lebih menyebalkan lagi lee." Ia menatap mataku dalam-dalam. Aku dapat melihat ada sedikit amarah dan luka di tatapan matanya. Entah mengapa hatiku merasa sakit melihat tatapan matanya. Jangan lupakan jantung bodohku yang berdetak cepat. Aku mengalihkan kepalaku, memutuskan pandangan kami. Aku tidak ingin melanjutkan perasaan aneh di diriku.
"ada apa denganku" batinku.
Sungmin Pov End
Kyuhyun Pov

Aku melirik jam di tanganku, tubuhku sudah sangat dingin saat ini. Saat ini tengah menunggu sungmin hyung yang setuju untuk berkencan dengannya hari ini. Kencan? Ya kencan. Hatiku berdesir bahagia saat sungmin hyung setuju untuk berkencan denganku.

FlashBack On
"kyunnie, jangan marah lagi padaku eoh? Aku sengaja melupakan janji kita kemarin" kata sungmin merajuk padaku.
"….."
"kyunnie jebaaal, maafkan aku ne."
"hmm"
"hmm, bagaimana jika kita berkencan akhir pekan ini. Anggap saja ini sebagai permintaan maafku. Kau mau ne?" tanyanya dengan aegyonya yang sangat imut itu.
"baiklah" kataku singkat, padahal hatiku berlonjak bahagia. Namun aku enggan menunjukannya pada sungmin hyung.
FlashBack off

Dan disinilah aku sekarang, tiga jam aku menunggunya di taman ini, tapi dia tak juga datang. Tubuhku benar-benar sangat dingin. Tiba-tiba ponselku bergetar, aku lihat nama sungmin hyung tertera di layang ponselku, dengan semangat aku mengangkatnya.
"YA! Dimana kau hyung? Aku sudah menunggumu 3 jam disini!" ungkapku kesal.
"mianhae kyunnie, tapi sepertinya aku tidak bisa menemuimu, tiba-tiba siwonnie datang dan memintaku menemaninya. Mianhae kyu."
Aku hanya bisa berdiam mendengar jawabannya. Tanganku sudah terkepal sempurna menandakan kekesalanku yang sudah sangat besar. Namun aku berusaha menahan emosiku.
"aku akan menunggumu disini sampai kau datang"
"pulanglah kyu, udara sangat dingin."
"aku akan menunggumu"
"aku pergi dulu ne, bye." Sungmin hyung menutup teleponnya, meninggalkanku yang meremas dadaku yang terasa sangat sakit, di tambah tubuhku yang benar-benar kedinginan.
Tubuhku bergetar menahan dingin, sudah 5 jam aku menunggu disini, tapi sungmin hyung benar-benar tidak datang. Aku merasakan pandangan mataku mulai memudar, kepalaku benar-benar terasa sangat pusing. Kakiku sudah tidak sanggup lagi menampu berat tubuhku..
BRUUKKK!
TBC
Apa yang terjadi dengan kyuhyun? Lalu bagaimana dengan sungmin?

jja } � a a � � �� armu pulang”

“tidak perlu tuan, eeh maksudku kyuhyun-ssi aku bisa pulang sendiri.” Namun sebelum sungmin sempat melangkahkan kakinya, kyuhyun sudah menangkap tangan sungmin, ia menarik sungmin hingga masuk ke dalam mobilnya. Sungmin terus berontak namun tenaganya tidak cukup untuk melawan kyuhyun yang lebih kuat darinya.
“dimana rumahmu”
“….”
“aku bertanya dimana rumahmu”
“……”
“YA!! Dimana rumahmu.” Kyuhyun sedikit teriak kesal saat sungmin hanya diam. Sungmin terus menundukan kepalanya. Ia binggung harus menjawab apa, tidak mungkin ia bilang kalau ia tidak mempunyai tempat tinggal.

Sungmin’s Pov
Ia menarikku masuk ke dalam mobilnya, hati bergejolak bahagia, namun entah kenapa aku tidak bicara lembut dengannya. Tapi dia cukup menyebalkan. Cho Kyuhyun nama yang sangat tampan seperti wajahnya yang tampan, batin sungmin.
Apa yang harus aku katakan. Ia terus menanyakan dimana rumahku. Tidak mungkin aku mengatakan jika aku tidak mempunyai rumah.
“YA!!!” dia berteriak sangat kencang membuatku tersentak dari lamunanku.
“dimana rumahmu?” desisnya marah karena aku terus mengacuhkannya.
“aa,,, ak,, aku tidak punya tepat tinggal” gumanku lirih. Akhirnya aku mengatakannya. Entah kenapa hatiku menolak untuk berbohong padanya. Aku menolehkan kepalaku, melihat dia yang membulatkan matanya terkejut mendengar ucapanku. Aku menundukkan kepalaku merasa sangat takut. Entah mengapa aku merasa sangat takut saat ini, sangat takut kehilangan seseorang di sampingku kini, meskipun aku tidak pernah memilikinya.
“ehem.. tinggallah di apartementku..”

TBC

Nyambung ga yaaa??? Wkwkkwkw ga PD.. hihihih.
Happy reading XD

Give me some preview pleaseeeeeeeeeeeeeeeeeeeee

your eyes chp 2

YOUR EYES
(Chapter 2)

By : Rikha VR

Pairing         : KyuMin and other cast
Genre           : Romance, sad (maybe)
Rate            : T
Summary      : aku percaya akan menemukanmu kembali.

KyuMin belongs to GOD, dan Kyu milik min, dan min milik kyu..
Don’t be silent reader pleaseee
Typo dimana-mana..
Mianhae kalo ga jelas.. hahahha



Chapter sebelumnya.
“apa aku mengenalmu?”
“anda akan mengingatnya bila kejadian itu memang berarti untuk anda. Saya mohon maaf atas kejadian pizza ini. Saya permisi.” Kata sungmin sambil membungkuk dan meninggalkan kyuhyun yang masih terdiam, mencoba mencerna maksud perkataan sungmin.
“anda akan mengingatnya bila kejadian itu memang berarti untuk anda.”
Kyuhyun teringat lagi ucapan sungmin, ia mendesah frustasi sambil mengacak rambutnya.
“dia membuatku gila.”

>>>> Happy Reading<<<<
Sungmin Pov
Jantungku berdegub sangat kencang saat aku kembali menatap mata itu, mata yang aku nanti selama 10 tahun, mata yang membawa desiran hangat dalam hatiku.
“apa aku mengenalmu?”
Satu kalimat tanya yang membuatku kecewa sekaligus bahagia. Kecewa karena ia tidak mengenalku. Tapi bahagia karena ia tidak melupakan mataku. Dia bisa merasakan ia pernah melihatku sebelumnya membuatku cukup bahagia. Setelah keluar dari kantor itu, aku melangkahkan kakiku menuju taman yang selalu aku kunjungi. Penantianku terasa tidak sia-sia. Akhirnya aku menemukanmu, dirimu dan matamu yang membuatku ingin terus hidup.
“aku tau kau akan mengenaliku. Aku akan membuatmu mengingatku” gumamku sambil tersenyum, menatap langit yang sangat cerah hati itu.
………………….
Aku kembali ke toko pizza tempatku bekerja, hatiku terasa sedikit ringan, hidupku yang sulit terasa sedikit berkurang hanya dengan melihat matanya. Ajaib bukan? Ya sungguh ajaib. Namun baru aku tiba, aku langsung di sadarkan dari mimpi panjangku. Aku mendapati wajah bosku yang sangat merah menahan amarah, ia menatapku tajam membuatku sangat takut.
“apa yang kau lakukan dengan pesanan Tuan Cho?” desisnya
“aa..aa itu mi.. mianhae tadi aku tidak sengaja menjatuhkannya..” kataku gugup sambil tertunduk, tidak berani menatap mata bosku.
“kau di pecat, segera pergi dari tokoku.” Katanya lantang membuatku membulatkan mataku, tidak percaya dengan kata-kata yang sampai di telingaku. Lalu bosku pergi meninggalkan ku begitu saja.
Air mata mengalir begitu saja dari sudut mataku, lalu aku melangkahkan kaki keluar dari toko itu. Aku berjalan tak tentu arah, berjalan dengan pikiran yang melayang meninggalkan ragaku. Tanpaku sadari aku melangkah kembali ke taman yang selalu menjadi tempat favoritku. Aku dudukkan diriku di batu di sudut taman itu dan mulai menangis. Baru aku merasa begitu bahagia karena bertemu dengan orang yang sangat aku nanti, tapi kini aku harus mendapat hidupku kembali menyedihkan. Aku mengadahkan kepalaku ke langit.
“mengapa kau seolah membenciku Tuhan? Mengapa kau tak membiarkan aku bahagia?” gumamku pada langit berharap Yang Kuasa mendengarnya dari sana.
Tanpa terasa waktu sudah sangat malam, aku sangat lapar, tapi aku bahkan tidak punya uang. Selama ini aku tinggal dan makan di toko itu. Aku bahkan tidak memiliki tempat tinggal.
“aku harus tidur dimana? Aiish perutku lapar sekali..” tanganku mengelus perutku yang sudah berdemo ria,,
“aku tidak mungkin numpang di rumah wookie.” Akupun memutuskan untuk tidur di taman itu. Aku pejamkan mataku yang sudah sangat lelah, berusaha mengabaikan  perutku yang sudah berbunyi sejak tadi. Tak lama akupun tertidur.
Sungmin Pov End

Author Pov
Kyuhyun membawa mobilnya dengan sangat pelan, ia masih terus memikirkan kejadian siang tadi. Ia merasa mengenali mata itu.
“aku benar-benar merasa pernah melihat matanya.” Gumam kyuhyun
Ia meraba dada kirinya, mengingat debaran aneh yang ia rasakan saat ia melihat sungmin tersenyum.
“manis sekali senyumnya, tapi ada apa dengan jantung bodoh ini, aku bahkan masih normal mengapa ia harus berdetak saat melihat namja tersenyum, kyuhyun babooo” rutuk kyuhyun pada dirinya sendiri.
Tanpa kyuhyun sadari, ia berhenti di depan sebuah taman yang sepi. Kyuhyunpun turun dari mobilnya dan melangkahkan kakinya memasuki area taman tersebut. Jangan tanyakan mengapa kyuhyun memasuki taman itu, karena ia sendiripun tidak tau, ia hanya mengikuti kata hatinya saja.  Aku pernah kesini sebelumnya, batin kyuhyun. Tiba-tiba langkah kakinya terhenti saat ia melihat sesosok namja yang terus menghantui pikirannya sedang tertidur sangat lelap. Terukir raut lelah di wajah cantiknya.
Kyuhyun berjongkok di samping namja itu, menatap lekat-lekat setiap sudut wajah cantik namja di hadapannya. Tangannya tanpa ia sadari terulur untuk membelai lembut rambut yang penutupi matanya.
dia benar-benar cantik, batin kyuhyun.
Sungmin yang tertidurpun menggeliat dalam tidurnya, ia merasakan ada tangan yang sedang membelai wajahnya, dengan panik ia membuka matanya dan sangat terkejut saat melihat sosok di hadapannya.
“Kau..” hanya itu yang mampu sungmin katanya. Matanya mengerjap dengan sangat imut. Kyuhyun yang terpergok tengah membelai wajah sungmin hanya mampu terdiam saat Ia melihat sungmin mengerjabkan matanya. Ia benar-benar terpesona dengan sosok cantik di hadapannya saat ini. Sungmin yang akhirnya tersadar segera menjauhkan dirinya dari kyuhyun, jantungnya berdebar tidak karuan.
“aa.. aapa yang lakukan padaku? Tanya sungmin sambil tergugup.
“aah.. mi mianhae,,” jawab kyuhyun sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Sungminpun segera berdiri dan meninggalkan kyuhyun, ia merasakan kyuhyun yang juga berjalan mengikutinya.
“bisakah kau berhenti mengikutiku? Tanya sungmin ketus
“Ya!! Bicaramu ketus sekali, aku tidak ada niat jahat padamu. Kau mau kemana? Mengapa kau tidur disana? Ayo aku antarkan pulang. Dimana rumahmu?” tanya kyuhyun panjang lebar.  Belum sempat sungmin menjawab pertanyaan kyuhyun..
KRAUK…
Wajah sungmin memerah saat suara perutnya terdengar jelas, bahkan kyuhyun sudah tertawa dengan sangat keras saat ini.
“iissh, kau menyebalkan sekali.” Sungmin beranjak meninggalkan kyuhyun yang masih tertawa terbahak-bahak. Namun langkah sungmin terhenti saat ia merasakan sentuhan hangat dilengannya. Ia membalikan diri dan menemukan kyuhyun menahan lengannya.
“mianhae.. tapi kau lucu sekali.”
“…”
“aku benar-benar pernah melihatmu sebelumnya tapi aku lupa”
“…”
“Ya!! Jawab aku jika aku sedang bicara.”
“…”
“terserah kau sajalah.. kajja kita makan, nanti aku akan mengantarkan kau pulang” kata kyuhyun sambil menarik sungmin untuk berjalan. Kyuhyun heran dengan dirinya, ia tidak kenal siapa namja yang bersamanya kini, tetapi ia merasa sangat dekat, dan sangat nyaman. Sungminpun hanya pasrah saat tangannya di tarik oleh kyuhyun. Ia ingin menolak tapi tubuh dan hatinya mengkhianatinya.
Saat ini mereka berdua menikmati makan malam mereka dalam diam, saling melirik secara diam-diam juga. Kyuhyun sangat tidak menyukai suasana canggung ini.
“hmm.. mengapa kau tidur di sana?” tanya kyuhyun berusaha mencairkan suasana
“aku ketiduran.” Jawab sungmin singkat.
“hmm,, dimana rumahmu setelah ini aku akan mengantarmu pulang.”
“tidak perlu tuan, saya bisa pulang sendiri.”
“cho kyuhyun.”
“nde?”
“nama ku cho kyuhyun, jangan panggil aku tuan lagi, siapa namamu?”
“sungmin, Lee sungmin”
“cantik”
“nde?” tanya sungmin binggung saat kyuhyun berguman tidak jelas.
“ani, lupakan saja.. kalo kau sudah selesai, kajja aku akan mengantarmu pulang”
“tidak perlu tuan, eeh maksudku kyuhyun-ssi aku bisa pulang sendiri.” Namun sebelum sungmin sempat melangkahkan kakinya, kyuhyun sudah menangkap tangan sungmin, ia menarik sungmin hingga masuk ke dalam mobilnya. Sungmin terus berontak namun tenaganya tidak cukup untuk melawan kyuhyun yang lebih kuat darinya.
“dimana rumahmu”
“….”
“aku bertanya dimana rumahmu”
“……”
“YA!! Dimana rumahmu.” Kyuhyun sedikit teriak kesal saat sungmin hanya diam. Sungmin terus menundukan kepalanya. Ia binggung harus menjawab apa, tidak mungkin ia bilang kalau ia tidak mempunyai tempat tinggal.

Sungmin’s Pov
Ia menarikku masuk ke dalam mobilnya, hati bergejolak bahagia, namun entah kenapa aku tidak bicara lembut dengannya. Tapi dia cukup menyebalkan. Cho Kyuhyun nama yang sangat tampan seperti wajahnya yang tampan, batin sungmin.
Apa yang harus aku katakan. Ia terus menanyakan dimana rumahku. Tidak mungkin aku mengatakan jika aku tidak mempunyai rumah.
“YA!!!” dia berteriak sangat kencang membuatku tersentak dari lamunanku.
“dimana rumahmu?” desisnya marah karena aku terus mengacuhkannya.
“aa,,, ak,, aku tidak punya tepat tinggal” gumanku lirih. Akhirnya aku mengatakannya. Entah kenapa hatiku menolak untuk berbohong padanya. Aku menolehkan kepalaku, melihat dia yang membulatkan matanya terkejut mendengar ucapanku. Aku menundukkan kepalaku merasa sangat takut. Entah mengapa aku merasa sangat takut saat ini, sangat takut kehilangan seseorang di sampingku kini, meskipun aku tidak pernah memilikinya.
“ehem.. tinggallah di apartementku..”

TBC

Nyambung ga yaaa??? Wkwkkwkw ga PD.. hihihih.
Happy reading XD

Give me some preview pleaseeeeeeeeeeeeeeeeeeeee

Kamis, 22 Agustus 2013

lirik lagu 1-4-3

HENRY  1-4-3

ROMANIZATION


Seoro hamkkeil ttaemyeon nunbitman bwado ara ara ara (Uh-Uh-)
Jibeuro doraomyeon mworago halji molla molla molla
Ajikeunseotulleo naui modeun maldeuri
Ajikeun eoryeowo neoui geu munjadeuri
Sajeoneul pyeolchigo hanassik Want to know Want to know I don’’t know
I’m sending 1-4-3 geuljaron ajik jeondari an dwae Woah Oh Oh
Sending 1-4-3 dansunhan sutjanoriga anya Woah Oh Oh
I love you 1-4-3 neoneun 4-8-6
Sending 1-4-3 neomu dareuji
Sending 1-4-3 ajik eoryeobji
Dansunhan sutjanoriga anya 1-4-3
Du-du-dugeungeoryeo mal hanmadiedo deo-deo-deodeum mworae mwo-mworae
Jakku teullineun naega meosiga eobseo dapdaphae nae mam arajwo arajwo
Ajikeun seotulleo naui modeun maldeuri
Ajikeun eoryeowo neoui geu munjadeuri
Sajeoneul pyeolchigo hanassik Want to know Want to know I don’’t know
I’m sending 1-4-3 geuljaron ajik jeondari an dwae Woah Oh Oh
Sending 1-4-3 dansunhan sutjanoriga anya Woah Oh Oh
I love you 1-4-3 neoneun 4-8-6
Sending 1-4-3 neomu dareuji
Sending 1-4-3 ajik eoryeobji
Dansunhan sutjanoriga anya 1-4-3
<Rap> nae mam jeondal andwiji kkeuti eobneun museong yeonghwa
eoddeohge Who What When or Where gyesok banbokdwineun deurama
mareul anhaedo urin seoreoui saineul mitji
Cuz your 1-4-3 is my 4-8-6 Saying I love you are u gonna love me?
I’m sending 1-4-3 nae mameul jeondalhal suga eobseo Woah Oh Oh
Sending 1-4-3 dansunhan sutjanoriga anya Woah Oh Oh
I love you 1-4-3 neoneun 4-8-6
Sending 1-4-3 neomu dareuji
Sending 1-4-3 ajik eoryeobji
Dansunhan sutjanoriga anya 1-4-3
Woah~ 1-4-3 Woah~ 1-4-3 Yey-Yey-Yeah
Dansunhan sutjanoriga anya 1-4-3




Senin, 19 Agustus 2013

Your Eyes chp 1

YOUR EYES

By : Rikha VR

Pairing         : KyuMin and other cast
Genre           : Romance, sad (maybe)
Rate            : T
Summary      : aku percaya akan menemukanmu kembali.

KyuMin belongs to GOD, dan Kyu milik min, dan min milik kyu..
Don’t be silent reader pleaseee
Typo dimana-mana..
Mianhae kalo ga jelas.. hahahha

Chapter 1

Sungmin Pov

Aku terdiam merasakan desiran angin yang membelai lembut wajahku…
ku pejamkan mataku mencoba mencari kehangatan yang tersembunyi dalam diam..
kehangatan yang selalu ku rindukan..
kehangatan yang entah dimana kini ia berada….

Ku buka perlahan mataku berharap menemukan kembali mata yang selalu bisa memberikan rasa tenang di hatiku. Namun aku harus menelan kembali semua harapku, saat lagi tak ku temukan mata itu. Hanya hamparan langit yang menyapaku. Sudah 10 tahun aku menunggunya disini, menunggu di tempat pertama kali aku bertemu dengan mata itu. Mata yang memberiku hidup, mata yang seolah menjadi candu bagiku. Otakku secara otomatis mereplay kembali kenangan lama itu, kenangan singkat namun tak juga bisa ku lupakan.

Sungmin Pov End


FLASHBACK ON

Seorang namja imut dan sangat berantakan duduk sambil menangis menatap iri sebuah keluarga bahagia yang berada tak jauh dari tempatnya kini. Keluarga dengan appa dan eomma yang terlihat sangat mencintai anaknya, mengecup kedua pipi anaknya, menemani anaknya bermain. Sosok keluarga yang sangat ia inginkan.

Namja manis itu adalah Lee Sungmin yang berusia 10 tahun. Dalam usianya masih sangat kecil sungmin harus hidup sebatang kara karena orang tuanya membuangnya dulu. Selama ini sungmin hidup bersaja seorang ahjumma berhati mulia bernama Leeteuk yang merawat sungmin. Sungmin selalu berpikir semua akan baik-baik saja selama ada Leeteuk ahjumma di sisinya, namun 1 bulan lalu Leeteuk ahjumma meninggal dunia, meninggalkan sungmin seorang diri di dunia yang kejam ini. Bagi sungmin hidup tak lebih dari momen tak berharga. Tak ada yang menyayanginya, tak ada yang mau menjadi temannya, hanya kesepian yang menemani hari-harinya. Hingga dimana hari itu tiba, hari dimana ia ingin hidup, ia ingin melihat mata yang kini ada di depannya lagi dan lagi. Kedua mata yang secara ajaib bisa memberikan rasa hangat di hatinya hanya dengan melihatnya.

“uljima…” kata seorang namja kecil dengan suara agak bassnya yang terdengar sangat menyenangkan ditelinga sungmin. Ia menyodorkan sebuah sapu tangan tepat di depan wajah sungmin, membuat sungmin mendongakkan kepalanya. Mata sungmin bertemu dengan mata namja itu. Mata yang membuat sungmin merasakan kehangatan di hatinya.

Sungmin’s Pov

Aku terkejut saat tiba-tiba aku mendengar suara di sampingku. Suara bass anak-anak yang entah mengapa terdengar sangat menyenangkan ditelingaku. Sodoran sapu tangannya di depan wajahku membuat aku mendongakkan kepalaku dan menatapnya. Matanyaa……… aku hanya bisa terdiam, mata hitam itu seolah menangkap mataku, membuat aku tidak bisa berpaling. Mata yang memberikan desiran rasa hangat di hatiku. Aku terus menatap matanya hingga akhirnya ia tersadar dan memutuskan tatapan mata kami.

“ambil ini, dan hapus air matamu. Kau terlihat sangat menyedihkan.” Kata namja kecil itu. Akupun mengambil sapu tangan itu, hanya mengambilnya dan menggenggamnnya erat. Namja itu  yang melihatku diam saja mengambil sapu tangan dari tanganku dan mulai menyeka air mata di wajahku. Aku sangat terkejut namun aku hanya diam saja sambil terus menatap matanya. Aku masih ingin merasakan kehangatan yang datang di hatiku.

“baiklah kau sudah terlihat lebih baik, pulanglah dan bersihkan dirimu. Aku pergi dulu ne.” Kata namja sambil tersenyum kepadaku lalu Melangkahkan kakinya meninggalkanku. Namun ia terkejut saat aku menahan tangannya. Ia berbalik dan melihat tanganku yang menahan tangannya. Dahinya berkerut bingung. 

“waeyo? Pulanglah orang tuamu pasti mencarimu, kau masih kecil jangan bermain sendirian ne. aku pergi.” Ia lalu melangkahkan kakinya meninggalkanku. Aku hanya bisa diam sambil memandanginya pergi. (sok tua banget si abang kyuhyun  wkwkkww)

Sejak hari itu aku terus kembali ke taman di mana aku bertemunya, aku sungguh berharap ia akan datang kembali, namun aku harus kecewa karena ia tak pertama kembali.

FLASHBACK OFF
SUNGMIN POV END

Sungmin kembali tersenyum miris saat teringat kenangan yang sangat singkat itu. Bagaimana ia bisa begitu bodoh berharap namja itu akan kembali menemuinya. Saat ini sungmin tumbuh menjadi seorang namja cantik, penampilannya sudah tidak berantakan seperti dulu. Saat ini ia sudah bekerja di sebuah toko pizza. 10 tahun sungmin lalui dengan usaha yang keras. Ia bertekat untuk bertemu dengan namja itu lagi. Ia percaya ia akan kembali.

…………………………………………..

Seorang namja jangkung dan tampan dengan gayanya yang sedikit angkuh melangkahkan kakinya di koridor kantornya. Namja tampan yang di usia yang masih sangat muda yaitu 18 tahun sudah mampu menjadi Direktur di perusahaan ayahnya. Namja tampan itu bernama Cho Kyuhyun. Kyuhyunpun masuk ke dalam ruangannya, melempar sembarang tas kerjanya dan memainkan PSP kesayangannya.

“YA.. kau disini kerja bukan untuk bermain benda bodoh itu.” Sebuah suara dari seorang yeoja membuat kyuhyun mendongakkan kepalanya.

“kenapa kau ke sini eomma?” tanya kyuhyun seenaknya, mengacuhkan pertanyaan eommanya.

“apa aku tak boleh melihat anakku bekerja?

“bilang saja kau merindukan appa eomma”

“YA, kau ini bisa tidak sopan sedikit. Aku ini eommamu.” Tanya Heechul eomma kyuhyun kesal dengan anaknya yang sangat kurang ajar.

“hmm.” Kyuhyun hanya mendengung tanpa mengalihkan pandangannya dari PSPnya.

“aissh kau ini benar-benar. Kyu eomma ingin makan Pizza, bisakah belikan eomma?” tanya eomma kyuhyun

“hmm”

“YA!! Belikan aku Pizza sekarang juga atau aku bakar semua game bodoh di kamarmu itu!! Ancaman Heechul. Ancaman heechul membuat kyuhyun segera menelepon sekretarisnya.

"ne eomma akan aku pesankan. mengapa kau cerewet sekali." heechul yang mendengar itu langsung memberikan deathglare mematikan kepada putranya itu.

“Pesankan seloyang Pizza sekarang.” Kata kyuhyun ke orang di seberang sana.

>>>>SKIP TIME<<<<

Setelah hampir menunggu setengah jam pesanan kyuhyunpun datang.

“sajangnim, pesanan anda sudah tiba”

“suruh bawa keruanganku” kata kyuhyun langsung memutuskan teleponnya.

Masuklah seorang namja cantik membawa seloyang pizza pesanan kyuhyun. Ia terkejut saat matanya menangkap mata seseorang di depannya. Mata yang sangat ia rindukan. Mata yang Ia nanti selama 10 tahun ini. Tanpa sungmin sadari ia menjatuhkan pesanan kyuhyun hingga pizza itu berantakan di lantai ruangan kyuhyun.

“YA!! Apa yang kau lakukan” teriak Kyuhyun saat melihat sungmin hanya menatapnya dan membiarkan pizza itu jatuh dan mengotori lantai ruangannya.

“mi,, mi,, mianhae..” kata sungmin gugup

Kyuhyun berjalan menghampiri sungmin yang sedang membersihkan pizza yang berantakan itu. Ia terus memandangi sungmin, ia merasakan sesuatu yang aneh dengan jantungnya. Jantungnya debar-debar hanya dengan melihat mata sungmin. Ia merasa mengenali mata itu.

“apa aku mengenalmu?”

Sungmin bangkit dan menatap lekat-lekat mata kyuhyun, mata yang sangat ia rindukan. Kyuhyunpun juga hanya bisa menatap mata sungmin yang seolah memenjarakan matanya untuk terus menatap mata itu.

“aku seperti pernah bertemu dengannya. Aku pernah melihat mata  ini” batin kyuhyun sambil terus menatap sungmin.

Sungmin lalu tersenyum sangat manis. Kyuhyun terkejut melihat senyum manis senyum. Jantungnya berdetak tidak karuan.

kenapa dengan jantung bodoh ini?”

Sungmin yakin namja di depannya ini adalah namja yang selama ini ia cari, ia cukup mengerti mengapa kyuhyun tidak mengenalinya sekarang. 10 tahun sudah kejadian itu berlalu. Kejadian yang mungkin tidak dianggap penting bagi kyuhyun.

“anda akan mengingatnya bila kejadian itu memang berarti untuk anda. Saya mohon maaf atas kejadian pizza ini. Saya permisi.” Kata sungmin sambil membungkuk dan meninggalkan kyuhyun yang masih terdiam, mencoba mencerna maksud perkataan sungmin.


“anda akan mengingatnya bila kejadian itu memang berarti untuk anda.”

Kyuhyun teringat lagi ucapan sungmin, ia mendesah frustasi sambil mengacak rambutnya.

“dia membuatku gila”

TBC

FF berchapter pertama akuu.. moga ga gaje.. baahahahhaa