Sabtu, 21 September 2013

Bukan Dia Tapi Aku chp 2

BUKAN DIA TAPI AKU

By                   : Rikha VR
Pairing           : Kyumin and other cast
Genre                        : Romance, sad
Rate                : T
Summary      : berulang kali kau sakiti, namun aku tetap mencintaimu. Sadarkah kau cintaku lebih besar dari cintanya.
Declaimer     : They are belongs to God and themselves..
Typo dimana-mana.. don’t be silent reader please…
Happy reading… :D

Don’t Bash please, if you don’t like my story, don’t read it.. easy right??

Chapter sebelumnya.

“aku akan menunggumu disini sampai kau datang”
“pulanglah kyu, udara sangat dingin.”
“aku akan menunggumu”
BRUUKKK!!!!
>>>> HAPPY READING<<<<

Sungmin kembali ke rumah dengan wajah gembira, ia baru saja pulang berkencan dengan siwon. Sungmin menautkan alisnya binggung saat Ia melihat eommanya yang duduk di ruang tamu dengan wajah cemas.
“eomma gwenchana?” tanya sungmin lembut.
“darimana saja kau minnie, kenapa ponselmu tidak aktif.” Tanya Leeteuk eomma sungmin dengan raut wajah cemas.
“aku habis kencan dengan siwon eomma. Ponselku mati eomma, Waeyo?”
“dengan siwon? Bukannya kau akan pergi dengan kyuhyun?” tanya leeteuk.
“aniyo eomma, aku membatalkannya, tiba-tiba siwon mengajakku kencan. Waeyo eomma? Apa terjadi sesuatu dengan kyuhyun?” tanya sungmin panik.
“………..”. leeteuk tidak menjawab kyuhyun, ia justru menelpon seseorang.
“dia sudah kembali? Sungmin membatalkan kencannya dengan kyuhyun. Kau sudah mencoba menghubunginya?” tanya leeteuk dengan suara bergetar, ia berusaha menahan tangisnya.
“…………”
“ne, kabari kami jika kau sudah menemukannya.” Leeteuk mematikan ponselnya dan menatap sungmin sedih.
“ada apa eomma, apa yang terjadi dengan kyunnie?” tanya sungmin panik.
“duduklah dulu min.” kata leeteuk sambil membelai lembut rambut puteranya itu.
“katakan ada apa eomma?” tanya sungmin yang sudah menangis kini. Air mata sudah membasahi kedua pipi chubbynya. Pikiran buruk sudah merasuki pikirannya membuat ia semakin tidak tenang.
“kyuhyun hilang. Ia belum kembali sejak tadi siang. Kami pikir dia pergi bersamamu.” Leeteuk mencoba menahan tangisnya meskipun ia sangat khawatir pada kondisi kyuhyun. Apa lagi cuaca sangat dingin malam itu.
Sungmin semakin terisak, ini salahnya. Ia yang membuat kyuhyun hilang. Tak seharusnya ia pergi dengan siwon dan membatalkan janjinya dengan kyuhyun.
“aku akan menunggumu”
Kata-kata kyuhyun tadi membuat sungmin segera beranjak dari rumahnya. Ia mengambil jaket dan kunci mobilnya.
“mau kemana kau minnie?” tanya leeteuk heran.
“aku tau dimana kyunnie eomma, aku akan membawanya pulang.”
“hati-hati minnie.” Sungminpun memeluk leeteuk singkat lalu berlari keluar rumah. Ia membawa mobilnya dengan laju kencang tidak peduli licinnya jalanan karena salju.
“bertahanlah kyunnie.” Gumam sungmin sambil menangis. Ia tak akan memaafkan dirinya bila terjadi sesuatu pada kyuhyun.
…………….
Sungmin segera berlari memasuki taman itu, ia berlari menyusuri taman itu mencari kyuhyun yang ia yakin ada disana.
“KYUNNIEEEEEEE.” Sungmin berteriak keras saat melihat kyuhyun pingsan di sudut taman. Tubuh kyuhyun sangat dingin, bibirnya sudah membiru akibat udara dingin malam itu.
“Hikss,, ya Tuhan tubuhmu sangat dingin kyunnie.” Sungmin menyentuh tubuh kyuhyun yang sudah sangat dingin. Ia segera membawa kyuhyun ke dalam mobilnya. Mengenakan jaketnya ke tubuh kyuhyun. Menggosokkan tangannya ke tangannya untuk memberikan sedikit rasa hangat.
“hikss,, babo kyunnie, mengapa kau menungguku disana.” Sungmin menangis dan mendekap tubuh dingin kyuhyun, menyalurkan sedikit rasa hangat dari tubuhnya yang juga sedikit dingin. Ia mengecup singkat dahi kyuhyun. Sungmin melepaskan pelukannya saat merasakan tangan dingin menyentuh pipinya.
“aku tau kau akan datang hyung.” Lirih kyuhyun sangat pelan sambil mencoba tersenyum. Lalu kyuhyun jatuh pingsan kembali.
“Hiks.. bertahanlah kyunnie. Jangan tinggalkan aku..”
Sungmin segera menjalankan mobilnya, membawa kyuhyun ke rumah sakit terdekat. Sesampainya di rumah sakit, sungmin langsung menghubungi Leeteuk dan heechul yang sudah sangat mengkhawatirkan kyuhyun.
……………….
Sudah 2 jam mereka menunggu di rumah sakit, namun lampu ruangan itu belum juga padam, menandakan dokter masih berjuang di dalam sana. Heechul terus menangis dalam pelukan Hangeng. Hangeng hanya diam saja meskipun ia sama khawatirnya seperti Heechul, namun ia harus kuat demi istri dan anaknya.
Leeteuk terlihat menenangkan sungmin yang masih terus menangis. Tubuhnya dingin, sama seperti hatinya entah mengapa terasa dingin. Sungmin berjalan mendekati heechul yang menangis dalam pelukan hangeng.
“mianhae heechul eomma, maafkan minnie.” Guman sungmin sambil menangis. Heechul melepaskan pelukan dan memeluk sungmin erat. Ia tau ia tidak akan bisa marah pada sungmin. ia tau kyuhyun sangat mencintai sungmin.
“uljima chagi, kyuhyun akan baik-baik saja.” Heechul membelai lembut surai rambut sungmin. sungmin terus menangis dalam pelukan Heechul.
Pintu itu terbuka membuat semua langsung menghampiri dokter yang baru saja keluar.
“bagaimana keadaan Kyuhyun dok?” tanya hangeng
“ia terlalu lama berada di suhu yang dingin, dan tubuhnya juga tidak mampu menahan dingin. Saat ini ia sudah berhasil melewati masa kritisnya, namun ia masih belum sadarkan diri.” Jelas dokter itu. Sungmin kembali menangis saat mendengar kyuhyun yang masih tak sadarkan diri.
“apa kami boleh melihatnya?” tanya heechul.
“ya silakan.” Lalu dokter itupun meninggalkan mereka.
Mereka langsung masuk ke dalam untuk melihat kondisi Kyuhyun. Sungmin menangis melihat kyuhyun yang berbaring tak berdaya. Wajah pucatnya semakin pucat saat ini. Ia mengenggam tangan kyuhyun, mengecup lembut punggung tangan itu.
“mianhae kyunnie, maafkan aku. Bangunlah.” Lirih sungmin pada kyuhyun yang tentu saja tak bisa menjawabnya.
Love give you a live
But love can take a live from you.

>>SKIP TIME<<

Sungmin terus menjaga kyuhyun di rumah sakit, sudah 1 minggu kyuhyun di sana, namun ia belum juga sadar.
“kyunnie, sadarlah. Aku merindukanmu.” Guman sungmin pada kyuhyun. Sungmin selalu mengajak kyuhyun bicara meskipun kyuhyun tidak pernah membalasnya.
Sungmin membelai surai rambut kyuhyun, memgusap lembut pipi tirus kyuhyun dan juga bibir tebal kyuhyun. Ia sangat merindukan kyuhyun, merindukan saat mereka menghabiskan waktu bersama-sama. Lebih dari 12 tahun mereka bersama-sama, tak pernah kyuhyun meninggalkannya. Sungmin meremas dada kirinya yang terasa sangat sesak. Rasa sakit itu begitu jelas terasa saat melihat kyuhyun yang begitu tak berdaya, dan itu karena dirinya.
Maafkan aku kyu, batin sungmin.
Sungmin yang sedang tertidur terbangun saat merasakan tangan yang di genggamnya bergerak, ia menatap kyuhyun yang kini sudah sadar. Ia kembali menangis dan memeluk kyuhyun erat saat melihat kyuhyun sadar.
“Hikss… syukurlah kau sudah sadar kyunnie, aku merindukanmu.”lirih sungmin sambil menangis.
Ia begitu bahagia saat melihat kyuhyun sadar. Kyuhyun hanya diam saja saat sungmin memeluknya. Tubuhnya terasa lemah, terlebih hatinya. Sungmin melepaskan pelukannya saat kyuhyun tidak juga membalas pelukannya. Ia menatap kyuhyun, tatapan mata itu terasa berbeda. Tidak ada lagi cinta yang sejak kecil dulu ia rasakan di mata kyuhyun. Hatinya sangat sakit, entahlah rasanya ia seolah tidak bisa bernafas saat kyuhyun terus mengacuhkannya.
“kau marah padaku kyunnie?” tanya sungmin dengan suara yang bergetar. Ia berusaha menahan tangisnya. Matanya sudah sangat bengkak karena terus menangis. Namun air mata itu tidak juga bisa ia bendung. Kyuhyun terus saja berdiam diri, membuat sungmin tidak kuasa menahan tangisnya.
“hikss.. jangan mendiamkanku kyunnie.. katakan sesuatu. Hikss..”
Kyuhyun memejamkan matanya, hatinya terasa sakit melihat sungmin yang terus menangis, namun hatinya juga terasa hancur saat mengingat sungmin yang lebih memilih siwon daripada dirinya. Kyuhyun merasakan sentuhan di wajahnya, sentuhan dari tangan bunny kesayangannya. Air mata membasahi dada kyuhyun, sungmin terus menangis sambil memeluk kyuhyun. Ingin rasanya kyuhyun memeluk dan mencium orang sangat ia cintai itu. Namun tubuhnya mengkhianati hatinya. Ego mengalahkannya kali ini.
Kyuhyun bangkit dari posisi tidurnya, menatap tajam mata sungmin yang sangat bengkak. Ia mengenggam tangan sungmin yang sedang mengenggam tangannya, ia menghempaskan tangan sungmin begitu saja. Sungmin terbelalak terkejut dengan perlakuan yang baru saja ia terima. Rasa sakit itu kembali terasa di hatinya, tak pernah kyuhyun memperlakukannya seperti itu.
“pergi.” Guman kyuhyun
“nde?”
“pergilah, aku tidak ingin melihatmu.” Kata kyuhyun sambil menatap tajam ke arah sungmin.  lalu kyuhyun mengalihkan wajahnya saat melihat air mata sungmin kembali mengalir. Rasanya sakit melihat sungmin kembali menangis dan itu karena dirinya.
“kau marah padaku kyu? Hikss.”
Kyuhyun hanya diam saja, dan tetap tidak ingin menatap sungmin. sungmin menyentuh kedua pipi tirus kyuhyun, membuat kyuhyun menatapnya. Tatapan tajam kembali yang sungmin terima saat menatap mata hitam itu. Ia dapat melihat amarah juga luka yang terlihat jelas di mata itu. Luka yang tidak sungmin sadari jika dialah yang menciptakannya kepada kyuhyun.

“aku membencimu.” Desis kyuhyun


TBC


Apa yang terjadi dengan kyuhyun? Lalu bagaimana dengan sungmin?? apa benar kyuhyun membenci sungmin??

Selasa, 17 September 2013

Bukan Dia Tapi Aku chp 1

BUKAN DIA TAPI AKU
By : Rikha VR
Pairing : Kyumin and other cast
Genre : Romance, sad
Rate : T
Summary : berulang kali kau sakiti, namun aku tetap mencintaimu. Sadarkah kau cintaku lebih besar dari cintanya.
Declaimer : They are belongs to God and themselves..
Typo dimana-mana.. don't be silent reader please…
Happy reading… :D
Author pov
Seorang namja jangkung terlihat tengah bersembunyi di belakang sebuah mobil yang terparkir di pinggir jalan. Ia menatap tajam ke arah dua namja yang tengah asik berbincang hangat, sesekali tertawa bahagia bersama.
Namja jangkung itulah adalah Cho Kyuhyun seorang pelajar senior high school berusia 17 tahun. Mata kyuhyun terus memandangi kedua namja itu, terutama namja cantik yang kini terlihat sangat bahagia. Namja cantik itu adalah Lee Sungmin, sahabat kecil sekaligus orang yang ia cintai. Ia mencintai sungmin sejak mereka kecil, namun ia tidak pernah mengatakannya kepada sungmin.
"Ciih,, bahkan dia terlihat sangat bahagia saat bersama kuda itu." Umpat kyuhyun saat melihat raut bahagia sungmin. Ia bukannya tidak ingin melihat sungmin bahagia, tapi ia hanya ingin sungmin bahagia saat bersamanya. Ya egois memang, namun itulah cinta.
Cukup lama kyuhyun memandangi sungmin hingga akhirnya ia pergi meninggalkan tempat itu. Ia berjalan dengan langkah gontai, sesekali menyentuh dada kirinya yang terasa perih dan sesak. Perih saat goresan luka ditambahkan lagi ditumpukan luka yang sudah terlebih dulu ada di hatinya. Sudah lama kyuhyun mencintai sungmin dalam diam, namun sepertinya sungmin hanya menganggapnya sebagai sahabat dan juga dongsaengnya. Ya kyuhyun memang lebih muda 2 tahun dari sungmin.
Setibanya di rumah kyuhyun langsung menuju kamarnya, ia langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Kyuhyun memejamkan matanya merasakan kembali denyut nyeri di hatinya. Jujur ia telah lelah dengan rasa sakit yang sudah terlalu lama ia rasakan. Namun hatinya tidak bisa berhenti mencintai sungmin.
" kapan kau akan melihatku hyung? Kapan kau akan menyadari aku sangat mencintaimu." Gumam kyuhyun lirih.
Entah apa yang harus kyuhyun lakukan untuk membuat sungmin menyadari perasaannya. Haruskah ia menyerah dan melupakan sungmin. Entahlah…..
….
"hyung.."
"masuklah kyunnie" kata sungmin dari dalam kamarnya. Kyuhyunpun masuk langsung ke kamar sungmin. Ia heran melihat sungmin yang tengah merapikan pakaiannya yang sudah sangat rapi itu.
"kau mau kemana hyung?"
"Siwonnie mengajakku kencan"
"mwo? Bukannya kita ingin belajar bersama hyung?"
"mianhae kyu, besok saja kita belajarnya ne."
Lalu sungmin langsung mengambil tasnya dan beranjak meninggalkan kyuhyun, namun kyuhyun segera menahan tangan sungmin dan menatap sungmin dengan tatapan memohon.
"jebal kyuu.." rengek sungmin dengan puppy eyesnya.
Kyuhyunpun melepaskan tangan sungmin dan membiarkan sungmin pergi, ia tau ia tidak punya hak untuk melarang sungmin.
"mianhae kyu,, besok kita pasti belajar ne." kata sungmin sambil mencium pipi kyuhyun lalu pergi meninggalkan kyuhyun bersama luka baru yang lagi ia terima di hatinya.
"mengapa kau terus menyakitiku hyung." Batin kyuhyun.
…..
Keesokan harinya kyuhyun datang ke sekolah dengan wajah yang sangat tidak bersemangat, ia mendudukan dirinya dan langsung menyembunyikan wajanya di antara kedua tangannya di atas meja. Ia merasa semangatnya hilang seketika hanya karena sungmin menolak berangkat bersamanya dan lebih memilih berangkat bersama siwon.
"mianhae kyu, tapi siwonnie sudah menjemputku. Aku duluan ne." Hati kyuhyun kembali nyeri saat teringat ucapan sungmin tadi pagi.
Sungmin yang baru tiba di kelas heran melihat kyuhyun yang meringkuk di atas mejanya. Iapun segera menghampiri kyuhyun dan mengusap lembut surai rambut ikal kyuhyun.
"kyunnie, gwenchana?" tanya sungmin cemas.
Kyuhyun yang merasaka sentuhan di kepala dan mengenali suara seseorang di sampingnya segera mengangkat wajahnya dan menatap sungmin.
"kau sakit kyu?" tanya sungmin sambil menyentuh lembut dahi sungmin, namun sungmin terkejut saat kyuhyun tiba-tiba menarik tangannya dan menatapnya tajam.
"berhenti berpura-pura seolah-olah kau mencemaskanku lee sungmin." Desisnya marah. Kyuhyunpun meninggalkan sungmin yang masih memasang wajah terkejutnya. Ia tidak peduli dengan wajah sungmin yang tiba-tiba berubah sedih, hatinya terlalu sakit saat ini.
Sungmin Pov
Aku hanya mampu membulatkan mataku terkejut dengan perlakuan dan kata-kata kyuhyun padaku. Hatiku tiba-tiba merasa nyeri, tidak pernah kyuhyun memperlakukan itu kepadaku. Aku hanya memandangi punggungnya yang terus beranjak pergi meninggalkanku. Baru aku hendak mengejarnya namun tiba-tiba siwon datang dan membuatku lagi-lagi kalah.
"kau sudah sarapan minnie?" tanya siwon sambil mengelus lembut kepalaku.
"belum wonnie."
"kajja kita sarapan di kantin." Siwon menarik lembut tanganku dan membawaku ke kantin. Aku mau tak mau mengikutinya dan melupakan niatku untuk mengejar kyuhyun. Aku selalu melupakan segalanya saat bersama siwon. Apa aku mencintai siwon? Entahlah tapi aku rasa aku memang mencintainya.
…..
Ini sudah jam pelajaran ketiga, tap kyuhyun tidak juga menampakkan dirinya, membuatku sangat cemas. Aku memang sekelas dengan kyuhyun, karena berkat otak jeniusnya kyuhyun berhasil lompat 2 tingkat. Aku terus memikirkan kyuhyun, aku takut ia melakukan hal-hal bodoh. Aku sangat kenal sifatnya itu, meskipun dia jenius tapi dia juga sangat bodoh. Namun tiba-tiba perhatian seisiku dan seisi kelas tertuju pada sosok namja yang tengah menggandeng tangan seorang yeoja. Kyuhyun tengah mengandeng Haneul teman sekelas kami.
"Maaf kami terlambat" kata kyuhyun sopan sambil menarik haneul untuk duduk di bangkunya. Ia berjalan melewatiku begitu saja, bahkan tanpa memandangku sedikitpun.
"apa-apaan dia itu" batinku. Aku meremas dada kiriku sangat entah mengapa terasa sangat sesak. Mataku terasa panas, namun aku masih mampu menahan air mataku. Apa aku cemburu? Tidak itu tidak mungkin. Bagiku kyuhyun hanya sahabat dan dongsaengku, tidak mungkin aku mencintainya.
SKIP TIME
Sudah dua jam aku menunggu kyuhyun di rumahku. Bukankah ia berjanji untuk belajar bersamaku hari ini. Dengan kesal aku melangkahkan kakiku menuju rumahnya, yang berada tepat di samping rumahku.
"annyeong heechul eomma" sapaku kepada yeoja cantik yang merupakan eomma kyuhyun.
"annyeong minnie, sudah lama sekali kau tidak kemari"
"ne, mianhae eomma, minnie sedikit sibuk belakangan ini. Bogoshipo eomma" kataku sambil memeluknya. Aku memang sangat dekat dengan Heechul eomma, bagiku ia sudah seperti eommaku juga. Namun tiba-tiba sebuah suara yang sangat ku kenal menginstrupsi kami.
"untuk apa kau kemari" tanyanya ketus.
"YA! Sopan sekali ucapanmu itu" kataku kesal. Tanpa menjawab pertanyaanku ia langsung menghilang masuk ke dalam kamarnya. Heechul eomma hanya bisa menggeleng melihat pertengkaran kami. Ia sudah terbiasa melihat kami bertengkar. Aku langsung melangkahkan kakiku kesal masuk ke kamarnya.
Sesampai di kamarnya, aku lihat ia tengah berbaring memunggungiku sambil bermain dengan PSP kesayangannya. Membuatku benar-benar kesal bocah ini.
"YA! Kau bilang ingin belajar bersamaku. Aku sudah menunggumu dua jam kenapa kau tidak datang?" tanya ku kesal. Ia mendudukan dirinya dan menatapku dengan pandangan yang sulitku artikan. Ada luka yang jelas tersirat di matanya.
"ku pikir kau melupakannya lagi" jawabnya santai
"kau sungguh menyebalkan cho" desisku.
"kau lebih menyebalkan lagi lee." Ia menatap mataku dalam-dalam. Aku dapat melihat ada sedikit amarah dan luka di tatapan matanya. Entah mengapa hatiku merasa sakit melihat tatapan matanya. Jangan lupakan jantung bodohku yang berdetak cepat. Aku mengalihkan kepalaku, memutuskan pandangan kami. Aku tidak ingin melanjutkan perasaan aneh di diriku.
"ada apa denganku" batinku.
Sungmin Pov End
Kyuhyun Pov
Aku melirik jam di tanganku, tubuhku sudah sangat dingin saat ini. Saat ini tengah menunggu sungmin hyung yang setuju untuk berkencan dengannya hari ini. Kencan? Ya kencan. Hatiku berdesir bahagia saat sungmin hyung setuju untuk berkencan denganku.
FlashBack On
"kyunnie, jangan marah lagi padaku eoh? Aku sengaja melupakan janji kita kemarin" kata sungmin merajuk padaku.
"….."
"kyunnie jebaaal, maafkan aku ne."
"hmm"
"hmm, bagaimana jika kita berkencan akhir pekan ini. Anggap saja ini sebagai permintaan maafku. Kau mau ne?" tanyanya dengan aegyonya yang sangat imut itu.
"baiklah" kataku singkat, padahal hatiku berlonjak bahagia. Namun aku enggan menunjukannya pada sungmin hyung.
FlashBack off
Dan disinilah aku sekarang, tiga jam aku menunggunya di taman ini, tapi dia tak juga datang. Tubuhku benar-benar sangat dingin. Tiba-tiba ponselku bergetar, aku lihat nama sungmin hyung tertera di layang ponselku, dengan semangat aku mengangkatnya.
"YA! Dimana kau hyung? Aku sudah menunggumu 3 jam disini!" ungkapku kesal.
"mianhae kyunnie, tapi sepertinya aku tidak bisa menemuimu, tiba-tiba siwonnie datang dan memintaku menemaninya. Mianhae kyu."
Aku hanya bisa berdiam mendengar jawabannya. Tanganku sudah terkepal sempurna menandakan kekesalanku yang sudah sangat besar. Namun aku berusaha menahan emosiku.
"aku akan menunggumu disini sampai kau datang"
"pulanglah kyu, udara sangat dingin."
"aku akan menunggumu"
"aku pergi dulu ne, bye." Sungmin hyung menutup teleponnya, meninggalkanku yang meremas dadaku yang terasa sangat sakit, di tambah tubuhku yang benar-benar kedinginan.
Tubuhku bergetar menahan dingin, sudah 5 jam aku menunggu disini, tapi sungmin hyung benar-benar tidak datang. Aku merasakan pandangan mataku mulai memudar, kepalaku benar-benar terasa sangat pusing. Kakiku sudah tidak sanggup lagi menampu berat tubuhku..
BRUUKKK!
TBC
Apa yang terjadi dengan kyuhyun? Lalu bagaimana dengan sungmin?


Minggu, 15 September 2013

Your Eyes chp 5

YOUR EYES
(Chapter 5)

By : Rikha VR

Pairing         : KyuMin and other cast
Genre           : Romance, sad (maybe)
Rate            : T
Summary      : aku percaya akan menemukanmu kembali.

KyuMin belongs to GOD, dan Kyu milik min, dan min milik kyu..
Don’t be silent reader pleaseee
Typo dimana-mana..
Mianhae kalo ga jelas.. hahahha


Chapter sebelumnya
 “putuskan dia, dia tidak pantas untukmu.” Desis eomma marah.
“mwo???? Andwee, aku mencintainya eomma!!!” Teriak ku kesal.
“eomma sudah mempunyai calon istri untukmu, segera putuskan dia!!!!!”
“tidak akan pernah eomma!!! Desisku marah. Sungmin sudah menangis mendengar pertengkaran kami.
“putuskan dia, atau kau akan melihat eommamu ini mati!!!
>>>>HAPPY READING<<<

Sungmin berlari keluar kantor kyuhyun sambil menangis, pertengkaran kyuhyun dan eommanya membuat air matanya terus mengalir. Dadanya terasa sesak, sudah dari awal seharusnya ia sadar ia tidak pantas untuk kyuhyun. Bagaimana bisa seorang pengusaha sukses bersama dengan dia, yang hanya seorang gelandangan. Bahkan tempat tinggalpun ia tidak punya. Sungmin terus berlari tidak memperdulikan pandangan orang yang melihatnya. Ia berlari menuju taman biasa yang selalu ia kunjungi. Hidupnya selalu sendiri, ia merindukan Leeteuk ahjumma yang sudah di anggap sungmin sebagai eommanya.
“aku merindukanmu eomma. Mengapa kau tidak membawaku pergi. Aku tidak sanggup hidup seperti ini” Gumam sungmin sambil terus menangis.
20 tahun ia berjuang hidup, tak pernah sedikitpun ia bahagia. Baru 3 bulan terakhir ia bahagia saat kyuhyun ada di sampingnya, namun kebahagiaan itu kembali di ambil darinya. Kyuhyun yang 10 tahun lalu memberinya hidup, kyuhyun yang beberapa bulan terakhir memberinya hidup sekali lagi, namun seorang yang memberinya hidup kini harus pergi.
Aku tak bisa hidup tanpamu kyu, batin sungmin.

…………………
Kyuhyun Pov
Aku berusaha mengejar sungmin yang berlari meninggalkan ruangan ku, namun tangan eomma mencegahku. Ia menatapku tajam dan memaksaku untuk duduk di sofa ruanganku. Amarahku sudah hampir meledak. Aku bisa gila, bagaimana ia bisa memintaku memilih antara dia dan sungmin. aku memijit pelan pelipisku, kepalaku benar-benar akan pecah jika terus seperti ini.
“ayo kyu kita makan siang, calon istrimu sudah menunggu.”
“aku tidak lapar, lebih baik kau pergi eomma.”
“YA!!! Kau mengusir eommamu karena namja seperti itu? Kau gila eoh?” teriak eommaku kesal.
“Eomma!!!! Aku mencintainya, dan aku tidak akan meninggalkannya.” Desisku marah.
“baiklah, ku pastikan kau akan melihatku tidak bernyawa saat kau pulang.”
“EOMMA!!!!!!”
“kajja, soohyun sudah menunggu kita.” Kata eommaku santai sambil menarikku mengikutinya.
………………
Sesampainya di restaurant, eomma langsung menarikku menghampiri yeoja berpakaian mini. Pakaiannya seperti kekurangan bahan saja.
“kenalkan ini soohyun sayang, cantik bukan.?” Kata eommaku memperkenalkan yeoja aneh itu.
“soohyun imnida.” Katanya sambil tersenyum manis yang sangat tidak manis bagiku.
“kyuhyun.” Jawabku malas.
Sepanjang acara makan siang kami, aku terus terdiam, wajah sungmin terus muncul di pikiranku, aku benar-benar tidak tenang, berkali-kali aku mencoba menghubunginya, namun ponselnya tidak aktif. Aku memang mebelikan sungmin ponsel, supaya mempermudahkanku menghubunginya. Yeoja centil itu terus melirikku dengan senyum yang sangat menjijikan membuatku ingin muntah saja.
“aku sudah selesai, aku akan kembali ke kantor.” Kataku sambil beranjak meninggalkan mereka, namun suara eommaku membuatku menahan pergerakanku.
“eomma sudah memperingatkanmu kyu. Berpikirlah dengan baik.” Ancam eommaku
“eomma, tak bisakah kau mengerti perasaanku?” tanyaku kesal.
“Eomma menunggumu nanti malam untuk membicarakan pertunangan kalian.”
“mwo? Pertunangan? Aku tidak ingin bertunangan dengan yeoja ini. Bahkan memilih pakaian yang sopan saja dia tidak bisa.” Kataku ketus.
“jaga bicaramu cho kyuhyun. Jam 8 malam, atau kau akan melihat jenazahku.” Desis eommaku marah.
Tanpa menjawab eommaku, aku melangkahkan kakiku pergi, aku tidak meperdulikan panggilan yeoja gila itu. Berada disana lama-lama membuatku benar-benar gila.
………………
Sungmin belum juga kembali ke rumah. Ia benar-benar tidak mengabariku, ponselnya tidak bisa ku hubungi. Aku mengacak rambutku frustasi, aku sudah berusaha mencarinya sejak tadi namun tidak juga aku temukan. ku bawa teus mobilku mengitari kota seoul, mencari keberadaan sungmin. tapi dia tidak juga ku temukan. Aku melirik jam tanganku, sekarang sudah pukul 7.30 malam, dan aku harus berangkat ke rumah eommaku. Eommaku itu selalu saja seenaknya.
"kau dimana ming." gumamku.
akupun menyerah dan membawa mobilku ke rumah eommaku. meskipun aku sungguh tidak ingin ke sana. tapi kau tidak mungkin membiarkan eommaku melakukan hal-hal yang berbahaya.

…………………………………
Eomma tersenyum melihatku yang baru saja tiba di rumah. Ia memelukku dan mengecup pipiku.
“aku tau kau akan membuat keputusan yang tepat kyu.” Kata eommaku senang. Ia memaksaku duduk di samping yeoja yang lagi memakai baju yang kekurangan bahan.
“ apa kau tidak punya pakaian yang lebih sopan?” tanyaku ketus, tidak memperdulikan deathglare yang eommaku berikan. Sedangkan yeoja itu hanya tersenyum genit padaku. Benar-benar menyebalkan.
“YA!! Cho kyuhyun jaga ucapanmu.” Teriak eommaku kesal.
Aku berdecak tidak peduli, aku sungguh ingin keluar dari rumah ini dan mencari sungmin. entah kini ada dimana sungmin saat ini.
“kau akan bertunangan dengan Soohyun akhir pekan ini kyu.” Suara eomma menyadarkanku dari lamunanku.
“mwo?”
“dan kau akan menikah akhir bulan ini.” Lanjut eommaku.
“EOMMA!!!! Aku tidak akan bertunangan atau menikah dengannya. Aku sudah mempunyai kekasih.!!! Teriakku kesal.
“kekasih? Nugu? Namja gembel itu?” tanya eomma dengan nada suara merendahkan.
“dia bukan gembel, dia kekasihku eomma.” Desisku marah. Amarahku sudah sudah benar-benar sampai batas akhir kesabaranku.
“eomma tidak peduli, eomma tidak akan merestui kalian. Bagaimana bisa kau menjadikan namja sebagai kekasihmu. Apa lagi namja seperti itu.” Ucap eommaku.
“aku tidak peduli.” Ucapku kesal.
“baiklah jika kau tidak peduli, ku pastikan hari ini terakhir kali kau melihat eommamu ini.” Ucap eomma mutlak sambil melangkah pergi meninggalkanku bersama Soohyun. Aku memijat pelipis kananku.
“oppa.” Dia memanggilku manja. Aku hanya diam saja. Dia semakin mendekatkan duduknya ke dekatku. Ia bergelayut manja di lenganku. Aku memberinya deathglare terbaikku, tetapi dia hanya tersenyum genit. Benar-benar tidak tau malu yeoja gila ini, batinku.
“aku tidak akan pernah menikah denganmu, jadi kau berhentilah berharap padaku.” Ucapku sambil menghempaskan tangannya di lenganku dengan kasar. Aku tidak peduli dia sakit hati atau tidak, lalu aku pergi ke kamarku. Tidak peduli dengan Soohyun yang sudah menangis kini.
Saat kau hadir, kau memberiku udara yang membuatku tetap hidup..
Kini kau pergi, udara itupun ikut pergi bersamamu,
Bagaimana aku bisa hidup tanpamu.
Kyuhyun Pov End
………………………………

Sudah satu minggu sungmin tidak kembali ke apartement kyuhyun, sudah seminggu juga sungmin tidak bertemu kyuhyun. Sungmin sangat merindukan kyuhyun. Selama satu minggu ini sungmin tinggal di rumah ryeowook sahabatnya.
“hyung, gwenchana?” tanya wokkie.
“ne gwenchana wookie ah.” Kata sungmin sambil tersenyum.
“makanlah hyung, sudah 3 hari kau tidak makan.” Ryeowook berusaha membujuk sungmin. tubuh sungmin semakin kurus dan juga tidak beraturan. Ryeowook memandang sungmin dengan tatapan iba. Sungmin sudah menceritakan permasalahannya dengan kyuhyun, dari awal pertemuannya dengan kyuhyun hingga mereka berpisah sekarang ini.
“hiks.. aku merindukannya wookie ah.” Sungmin kembali terisak. Ryeowook memeluk sungmin mencoba menenangkannya.
“bertahanlah hyung, semua akan baik-baik saja.”
“hikss.. tapi dia tidak mungkin memilihku, dan membiarkan eommanya mati.” Isak tangis sungmin semakin kencang. Ryeowook sebal melihat sungmin yang terus menangis, walaupun ia tau semua yang sungmin lalui bukanlah hal yang mudah.
“berhentilah menangis hyung, kau itu namja!!!!!”teriak ryeowook kesal.
“kau pikir semua akan selesai hanya dengan kau menangis? Kau pikir kyuhyun akan menyukaimu, melihatmu berantakan seperti ini?” lanjut wookie.
“lalu apa yang harus aku lakukan? Memaksanya memilihku dan membiarkan dia melihat eommanya mati? Memilihku yang tak lebih dari gelandangan, bahkan rumahpun aku tidak punya. Apa itu yang harus aku lakukan eoh?!!!!! Teriak sungmin kesal.
PLAKK!!!!
Satu tamparan mendarat di pipi chubby sungmin. ryeowook menatap sungmin kesal, kesal melihat sungmin yang sangat lemah, dan sangat berantakan.
“kau bilang kau mencintainya, tapi kau malah melarikan diri seperti ini. Kejar dia!!! Berjuanglah bersama orang yang kau cintai hyung.” Ungkap wookie lembut. Amarahnya hilang saat melihat sungmin yang sangat terluka.
“hikss.. apa yang harus aku lakukan wookie ah?”
“temuilah kyuhyun hyung. Bicarakanlah dengan kyuhyun apa yang harus kalian lakukan. Aku yakin ia juga membutuhkanmu saat ini hyung.”
sungmin hanya diam saja sambil terus memandang ke luar jendela. ia memikirkan perkataan ryeowook yang benar adanya.
apa kau merindukanku, kyu? apa kau membutuhkanku seperti aku membutuhkanmu?, batin sungmin.

…………………………
Sungmin terlihat ragu-ragu untuk masuk ke dalam  apartement kyuhyun. Ia berjalan bolak balik dengan raut wajah bingung. ia sudah ada di depan apartement kyuhyun saat ini. namun ia masih ragu-ragu melangkahkan kakinya ke dalam. setelah cukup lama sungmin berada di depan pintu itu, Sungmin akhirnya masuk ke dalam apartement itu. Namun ia hanya berdiri di depan pintu apartement kyuhyun dengan air mata yang mengalir deras saat melihat pemandangan di hadapannya. Kyuhyun tengah berciuman panas dengan seorang yeoja. Kyuhyun melepaskan ciuman soohyun dengan paksa saat matanya menangkap tubuh sungmin yang berdiri sambil menangis sambil menatap ke arahnya.
“su..sungmin.” ucap kyuhyun terbata-bata.

TBC
Sedih bgt pas bikin chap ini.. kyuhyun dan sungmin sama-sama tersakiti.. bagaimana kelanjutan hubungan KyuMin? Bagaimana juga dengan heechul dan soohyun? Maaf ya kalo mengecewakan.

  

Your Eye chp 4

YOUR EYES
(Chapter 4)

By : Rikha VR

Pairing         : KyuMin and other cast
Genre           : Romance, sad (maybe)
Rate            : T
Summary      : aku percaya akan menemukanmu kembali.

KyuMin belongs to GOD, dan Kyu milik min, dan min milik kyu..
Don’t be silent reader pleaseee
Typo dimana-mana..
Mianhae kalo ga jelas.. hahahha


Chapter sebelumnya
“aku merindukanmu kyu.” Lirihku saat lagi wajah kyuhyun menari-nari dalam pikiranku.
Aku mencinta………………………………..
BRUKKK…


>>>>HAPPY READING<<<
Kyuhyun terlihat berjalan mondar mandir di dalam apartementnya, ia terlihat sangat cemas. Ia terus melirik jam di tangannya, dan melihat keluar jendela dan melihat hujan yang semakin deras.
“apa dia baik-baik saja.” Gumam kyuhyun pada keheningan malam. Ia mencemaskan sungmin yang entah mengapa membuat hatinya tidak tenang. Kyuhyun tau jika sungmin tidak lagi tinggal di apartementnya, namun entah mengapa hatinya benar-benar tidak tenang malam itu. Hujan deras di luar sana membuat pikirannya benar-benar terus memikirkan sungmin.
Kyuhyun mengambil jacket dan kunci mobilnya, ia memutuskan untuk mencari sungmin. sepanjang jalan ia mengedarkan pandangannya mencari sungmin di tengah hujan deras. Lama kyuhyun mencari sungmin namun sungmin tidak juga ia temukan. Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi.
“apa dia benar-benar sudah mendapatkan tempat tinggal? Tapi mengapa pikiranku sangat tidak tenang.” Lirih kyuhyun.
Kyuhyun kembali membawa mobilnya untuk mencari sungmin, ia yakin hatinya menuntunnya untuk terus mencari sungmin. mobil kyuhyun berhenti di depan taman di mana dulu ia menemukan sungmin tertidur. Cukup lama kyuhyun terdiam di dalam mobilnya, terus memandang ke dalam taman yang gelap itu.
“apa mungkin dia ada disini?” tanya kyuhyun pada dirinya sendiri.
Kyuhyun memutuskan untuk masuk ke taman itu, ia turun dari mobilnya, berjalan dengan payung di tangannya. Matanya terus bekerja menelaah setiap sudut taman yang gelap itu. Mata kyuhyun membulat sempurna karena terkejut saat ia melihat sungmin tergeletak tidak berdaya di taman itu, di bawah derasnya hujan. Kyuhyun segera membuang payung di tangannya ke sembarang arah, lalu berlari mendekati tubuh sungmin. Pakaian sungmin sudah sangat basah dan tubuhnya sangat dingin, kyuhyun segera membawa sungmin ke mobilnya. Ia membungkus tubuh dingin sungmin dengan jacketnya dan segera membawa sungmin ke apartementnya.

……………..
Setibanya di apartementnya kyuhyun menggendong sungmin dan meletakkan tubuh sungmin di kamarnya. Tubuh sungmin sangat dingin, dengan telaten kyuhyun mengantikan baju basah sungmin dengan bajunya. Ia menahan sesuatu yang bergejolak dalam dirinya saat melihat tubus mulus sungmin.
bagaimana bisa namja memiliki kulit semulus ini, batin kyuhyun.
Tubuh sungmin kini terasa sangat panas, sepanjang malam kyuhyun menjaga sungmin, menggantikan kompres di kepala sungmin. sesekali menyentuh dahi sungmin dengan punggung tangannya untuk mengecek suhu tubuh sungmin. kyuhyun lama memandangi wajah sungmin yang kini sedang terlelap, wajah itu terlihat damai meskipun raut lelah masih terlukis jelas di wajah cantiknya. Ia mengusap lembut pipi sungmin.
“ kau benar-benar membuatku gila.” Gumam kyuhyun.
Kyuhyun terus memandangi wajah cantik sungmin, mengusap lembut surai rambut sungmin, mengusap kedua pipi chubby sungmin, dan mengusap lembut bibir M sungmin. lama kyuhyun mengusap bibir sungmin, tanpa sadar ia mendekatkan wajahnya.
CHUP
Lagi kyuhyun mengecup lembut bibir sungmin, tidak ada lumatan, atau nafsu disana, hanya menyalurkan cinta yang tak pernah kyuhyun sadari kedatangannya. Kyuhyun menjauhkan wajahnya dan ikut tidur di samping sungmin, membawa sungmin ke dalam dekapannya memberikan kehangatan pada tubuh sungmin, dan juga…. Hatinya.
……………………………
Sungmin membuka matanya perlahan, kepalanya terasa sangat berat ia mencoba mengingat kejadian kemarin, ia ingat kemarin di pingsan di taman itu. Ia mengedarkan pandangannya merasa sangat familiar dengan ruangan itu. Sebuah suara yang sangat ia rindukan menginstrupsinya.
“kau sudah bangun? minumlah ini, susu hangat bisa mengembalikan kondisimu sedikit lebih baik.” Kyuhyun memberikan susu hangat itu kepada sungmin dan duduk di tepi ranjang di samping sungmin.
“gomawo” lirih sungmin.
Sungmin terkejut saat kyuhyun menyentuh dahinya, ia merasa jantungnya kembali berdetak cepat. Ia pandangi mata kyuhyun yang juga sedang memandangnya. Pandangan mata yang sangat hangat dan sangat ia cintai.
“panasmu sudah turun, istirahatlah di sini aku harus berangkat kerja.”
“gomawo kyuhyun ah, maaf merepotkanmu lagi.”
“ne gwenchana, jangan mencoba pergi dari sini. Tinggallah disini sampai kau benar-benar mendapatkan tempat tinggal.” Ucap kyuhyun mutlak.
“ne..” sungmin terkejut saat kyuhyun tiba-tiba mengecup dahinya. Ia hanya bisa  mengerjabkan matanya imut, membuat kyuhyun lagi harus menahan gejolak dalam dirinya. Rasa cinta itu datang tanpa di sadari, begitu juga yang terjadi dengan kyuhyun. Rasa cinta itu mulai tumbuh di hatinya tanpa pernah ia sadari kapan kehadirannya.

>>>SKIP TIME<<<

Sudah tiga sungmin tinggal di rumah kyuhyun, berulang kali ia mencari pekerjaan tetapi pekerjaan itu belum juga ia dapatkan.
“kau bekerja di kantorku, kau mau?” tanya kyuhyun saat mereka tengah sarapan.
“mwo? Jangan bercanda, aku bahkan tidak pernah sekolah, bagaimana bisa aku bekerja di kantoran.” Sungmin menundukkan kepalanya sedih dengan hidupnya. Kyuhyun merasa bersalah telah membuat sungmin sedih seperti ini.
“mianhae.” Gumam kyuhyun lemah. Sungmin hanya mengangguk sambil terus menundukan kepalanya. Kyuhyun terus memandangi sungmin yang menundukkan kepalanya, ia juga bingung harus bagaimana. Kyuhyun mengangkak  dagu sungmin, membuat sungmin menatap mata kyuhyun, lama mereka bertatapan. Mata foxy sungmin seolah terpenjara saat mata hitam kyuhyun menatapnya dalam, ia diam saja kyuhyun mendekatkan wajahnya, membungkam lembut bibirnya. Sungmin memejamkan matanya menikmati sentuhan bibir kyuhyuh di bibirnya. Ia mengalungkan tangan melingkari leher kyuhyun, kyuhyun menahan tengkuk sungmin memperdalam ciuman mereka.
Kyuhyun melepaskan ciumannya, ia tersenyum yang melihat sungmin masih memejamkan matanya. Ia mengusap lembut pipi sungmin yang membuat sungmin membuka matanya. Ia menundukkan wajahnya malu, saat melihat kyuhyun yang tersenyum lembut kepadanya.
“saranghae”. Gumam kyuhyun
“nde?” tanya sungmin. ia mengerjabkan matanya, sangat menggemaskan di mata kyuhyun.
“aku mencintaimu ming.”
Sungmin menangis ia memeluk kyuhyun erat. Ia begitu bahagia saat kata cinta itu terucap dari bibir kyuhyuh. Kalimat cinta yang tak pernah berani ia mimpikan kini di dengarnya.
“nado kyu, nado saranghaeyo.” Lirih sungmin sambil menangis bahagia dalam pelukan kyuhyun. Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya. Ia yakin inilah hal terjujur yang bisa ia lakukan, ia tidak ingin membohongi hatinya. Ia mencintai namja yang sebulan terakhir ini mengisi hatinya.
……………………
Sungmin sangat sumringah hari itu, ia terus tersenyum sembari memasak. Hari ini  ia berjanji akan ke kantor kyuhyun untuk mengantarkan makan siang.
aku seperti seorang istri jika seperti ini, batin sungmin
sungmin terus tersenyum, ia melihat pantulan dirinya di cermin, mencoba melihat penampilannya. Ia ingin bertemu kyuhyun dengan penampilan terbaik.

Kyuhyun Pov
Aku mencoba fokus pada pekerjaan di hadapanku, namun sekali lagi aku tidak bisa fokus. aku terus melirik jam tanganku, namun waktu seakan berjalan lama sekali. Siang ini sungmin berjanji akan mengantarkan makan siang untukku. Ia sangat bersemangat sekali saat aku mengizinkannya.
Flashback On
“kyunnie, aku ingin mengantar makan siang untukmu, apa boleh?” tanya sungmin takut-takut
“makan siang?” tanyaku.
“iya, boleh tidak?”
“tentu saja boleh chagi, aku malah sangat senang sekali. Aku akan menunggumu,” kataku sambil tersenyum. Ia tersenyum cantik sekali dan memelukku erat.
“gomawo kyunnie, aku senang sekali.” Dia memelukku erat. Aku mengecup pucuk kepalanya, rasa bahagia merasuki relung hatiku saat aku bersamanya. Cinta yang tak pernahku duga, kini ku jaga keberadaannya.
FlashBack OFF
30 menit lagi jam makan siang tetapi sungmin belum juga datang. Pikiranku mulai tidak tenang, pekerjaanku bahkan sudah ku tinggalkan sedari tadi. Saat asik-asiknya aku menunggu, ku lihat pintu ruanganku terbuka ku pikir sungminku yang datang, ternyata eommaku yang menampakan dirinya.
“waeyo?” tanyaku malas.
“tidak bisakah kau sopan sedikit kyu, aku ini eommamu.” Gerutu heechul kesal. Ia langsung duduk di sofa ruanganku, tidak peduli dengan wajah kesalku.
“ada apa eomma kemari?”
“kau sudah makan siang kyu?” bukannya menjawab pertanyaanku, eomma malah bertanya balik.
“belum.”
“bagus kalau begitu, ayo makan bersama eomma, eomma ingin mengenalkanmu pada seseorang.” Kata eomma ku bersemangat.
“nugu? aniyo eomma, aku sedang menunggu seseorang.” Jawab ku malas.
“nanti eomma kenalkan disana. Kau menunggu siapa? Kau memesan makanan delivery?”
“ani.”
Sedang asiknya aku berbincang dengan eomma, tiba-tiba pintu ruanganku terbuka menampakan sosok cantik yang sedikit terengah. Sungmin tersenyum kepadaku, namun senyum itu hilang saat ia melihat eommaku.
“siapa kau.?” Tanya eommaku ketus.
“a.. aa.. aku……” belum sempat sungmin menjawab, aku segera menginstrupsinya.
“dia seseorang yang aku tunggu eomma.”
“mwo? Apa dia tukang delivery?
“Ya eomma!!! Dia itu kekasih itu, bukan tukang delivery.”
“MWO??? Apa kau gila? Jangan becanda Cho kyuhyun.” Eomma terlihat marah sambil menatap sungmin yang menundukan kepalanya. Aku berjalan menghampiri sungmin, dan merangkul pundaknya. Ia menatapku dengan tatapan yang takut.
“dia kekasihku, dan aku tidak bercanda.” Kataku santai, sambil tersenyum kepada sungmin.
“putuskan dia, dia tidak pantas untukmu.” Desis eomma marah.
“dia sangat tidak pantas di sandingkan denganmu.” Lanjut eomma sambil memandang sungmin rendah.
“mwo???? Andwee, aku mencintainya eomma!!!” Teriak ku kesal.
“eomma sudah mempunyai calon istri untukmu, segera putuskan dia!!!!!”
“tidak akan pernah eomma!!! Desisku marah. Sungmin sudah menangis mendengar pertengkaran kami.
“putuskan dia, atau kau akan melihat eommamu ini mati!!!

TBC


Huaaahh tiba-tiba kehilangan ide,, semoga ga aneh ya ceritanyaa….mianhae kalo jelek.. maaf ya kalo mengecewakan.

Kamis, 29 Agustus 2013

Your Eyes chp 3

YOUR EYES
(Chapter 3)

By : Rikha VR

Pairing         : KyuMin and other cast
Genre           : Romance, sad (maybe)
Rate            : T
Summary      : aku percaya akan menemukanmu kembali.

KyuMin belongs to GOD, dan Kyu milik min, dan min milik kyu..
Don’t be silent reader pleaseee
Typo dimana-mana..
Mianhae kalo ga jelas.. hahahha

Chapter Sebelumnya

Chapter sebelumnya
“dimana rumahmu?”
“aa,,, ak,, aku tidak punya tepat tinggal
“ehem.. tinggallah di apartementku..”

>>>>HAPPY READING<<<<
Sungmin  Pov
Aku mengerjabkan mataku saat kalimat itu sampai ke pendengaranku. Kalimat yang membuat jantungku ingin meloncat keluar.
“tinggallah di apartementku”.
Kalimat itu terdengar kembali dari bibirnya saat ia melihatku yang hanya diam dan menundukkan kepalaku.
“ani, tidak usah kyuhyun-ssi. Aku tidak ingin merepotkanmu” tolakku sopan. Bukannya aku tidak ingin tawaran menggiurkan itu, tapi aku bahkan belum mengenal kyuhyun, walaupun aku yakin dia orang baik, sangat baik bagiku.
“panggil aku kyuhyun saja. kau mau tinggal dimana? Kau bilang tidak punya tempat tinggal. Tinggallah untuk hari ini, ini sudah sangat malam. Aku mencemaskanmu.” Kata-katanya membuatku melayang-layang. Hei, dia mengkhawatirkanku.
Tanpa menunggu jawabanku, dia langsung membawa mobilnya menyusuri jalan sepi kota Seoul. Tak berapa lama tibalah kami di sebuah apartement simple namun terlihat mewah. Iapun menarik tanganku untuk membawaku masuk ke dalam apartementnya. Aku terus terdiam memandangi setiap sisi apartement mewah kyuhyun. Namun suaranya menyadarkanku dari lamunanku.
“mandilah, kau bisa pakai bajuku. Kamar mandinya ada di sebelah sana.” Katanya sambil memberikanku baju dan celananya. Aku dapat mencium wanginya dari baju ini. Aroma yang membuat jantungku berdebar-debar.
“ne, gomawo” kataku, lalu aku langsung masuk ke dalam kamar mandi, cukup lama aku merendamkan diriku, menikmati air hangat  mencoba melepaskan segala rasa lelah yang terasa di tubuhku. Tak lama akupun keluar dari kamar mandi itu, dan menemukan kyuhyun yang tengah duduk di sofa sambil memainkan PSPnya. Ia terlihat sangat tampan dengan pakaian santainya. Akupun mendudukan diriku di hadapannya. Memandangi cukup lama mata yang dulu membuatku hidup, dan mata yang kini membuatku lagi ingin tetap hidup.
“gomawo kyuhyun ah, maaf merepotkanmu.” Kataku memecahkan keheningan di antara kami.
“ne gwenchana. Kau bisa tidur di kamarku, dan aku akan tidur di sofa.” Katanya sopan.
“ani, aku saja yang tidur di sofa.” Aku tidak mungkin membiarkannya tidur di sofa, bagaimanapun ini adalah apartementnya.
“kalau begitu kita tidur di kamar berdua saja.” Ungkapnya dengan santai.
“mwo?” tanyaku cengo
“Hahahaha… “ dia tertawa sangat keras melihat wajah cengoku, aku langsung menutup mulutku tak sengaja terbuka tadi. Aaishh memalukan, batinku.
“kajja” ia menarik tanganku untuk mengikutinya masuk ke kamarnya. Debaran jantungku jangan di tanya lagi, tanganku bahkan sedikit bergetar karena grogi, bodohnya aku. Aku bahkan tidak dapat menolak saat ia menarik tanganku.
Sungmin pov End
………………………
Kyuhyun Pov

Aku menarik tangannya ke kamarku, aku dapat merasakan tangannya sedikit bergetar. Apa ia takut kepadaku? Hei aku namja baik-baik.
“jja, tidurlah aku tau kau sangat lelah” kataku sambil tersenyum manis kepadanya.
“n.. ne” katanya gugup. Lalu ia naik ke tempat tidurku dengan takut-takut dan berbaring di sana.
Akupun naik ke tempat tidurku, dan merebahkan tubuhku di sampingnya. Aku merasakan jantungku yang berdebar cepat. Debaran yang aneh menurutku, entahlah aku tidak mengerti dengan perasaanku. Tidak lama aku telah mendengar hembusan nafas teratur yang menandakan ia telah tidur saat ini. Aku pandangi lekat-lekat wajah itu. Sketsa wajah sempurna dari namja yang bahkan tidak ku kenal. Kulit mulus, hidung kecil, kedua pipi mulus yang berisi membuatku ingin memakannya, dan jangan lupakan bibir bershape M yang sangat menggoda itu. Aku mengalihkan pandangan mataku dari wajahnya, saat wajahku tiba-tiba terasa panas.
Aku memejamkan mataku, entahlah aku sendiri bingung dengan diriku, mengapa aku merasa sangat nyaman berada di dekat namja ini. Bahkan aku membawanya ke sini, tidur satu ranjang dengan namja yang tak ku kenal. Aku membuka kembali mataku, dan mengubah posisi tidurku menghadapnya, Aku tatap lagi wajah manis itu. Sangat manis, batinku. Mataku terpaku pada bibirnya yang seolah memanggilku untuk mendekat. Tanpa sadar aku mendekatkan wajahku, semakin dekat pada bibir itu.
“aiish, aku sudah gila” gumamku sambil mengelengkan kepalaku. Aku menjauhkan kembali wajahku, namun aku kembali melirik bibir itu. Aku mendekatkan lagi wajahku menuju bibirnya.
CHUP
Akupun mengecup bibirnya singkat. Sangat lembut itulah yang aku rasakan. Aku menggerakkan tanganku, mengusap lembut bibir itu. Aku terkejut saat ia sedikit menggeliat dari tidurnya. Aku segera menarik tanganku, dan memejamkan mataku, tak lama akupun tertidur.
Kyuhyun Pov End
………………………………..

Keesokan paginya Sungmin terbangun dari tidurnya, ia mencoba memandang pandangan sekelilingnya, pemandangan yang terasa asing baginya. Namun ia merasakan berat di pinggangnya, ia terkejut mendapati seseorang yang sedang tertidur di sampingnya, dengan tangan memeluk pinggangnya. Namun sungmin tidak berusaha melepaskan pelukan kyuhyun di pinggangnya, Ia malah berbaring kembali menghadap kyuhyun. Ia pandangi sosok namja yang terlihat sangat damai dalam tidurnya. Ia menyusuri setiap lekuk wajah kyuhyun sambil tersenyum. Rambut ikal, hidung  bangir, pipi tirus sedikit chubby, dan matanya terhenti pada bibir tebal kyuhyun. Lama ia pandangi bibir itu, sampai akhirnya ia mengalihkan pandangannya saat ia merasa wajahnya panas.
“apa yang sedang ku pikirkan.” Lirihnya. Sungmin segera beranjak dari tempat tidur kyuhyun dan pergi ke dapur untuk membuatkan sarapan untuk kyuhyun.
Tak lama sungmin sudah asik sendiri di dapur kyuhyun, tidak menyadari sepasang mata yang terus mengikuti setiap gerak geriknya dengan tatapan lembut. Tiba-tiba tubuh sungmin menegang saat ia merasakan sepasang tangan memeluk pinggangnya.
“aa.. ap..apa yang kau lakukan?” tanya sungmin dengan sangat gugup. Sungmin berusaha melepaskan diri dari pelukan kyuhyun. Namun kyuhyun tetap tak bergeming, dan makin memeluk sungmin erat.
“biarkan seperti ini sebentar saja”. Gumam kyuhyun.
Kyuhyun dan sungmin sama-sama hanya diam menikmati pelukan yang menghangatkan hati mereka masing-masing, meskipun sungmin merasa jantungnya sudah berdetak dengan sangat tidak normal. Namun tidak lama kyuhyun mendapatkan kembali kesadarannya, ia melepaskan pelukannya di pinggang sungmin dengan wajah yang sedikit merah. Ia menatap sungmin dengan canggung.
“mi..mianhae sungmin ah” kata kyuhyun sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Sungmin hanya menganggukan kepalanya. Lidahnya terasa kelu, ia sedikit tidak rela saat kyuhyun melepaskan pelukannya, namun ia juga malu saat menatap mata kyuhyun saat ini. Ia yakin wajahnya juga sama merahnya dengan kyuhyun. Kyuhyun lalu pergi meninggalkan sungmin dan kembali ke kamarnya.
………………………
“aaiiissshhh apa kau lakukan kyuhyun babooo” rutuk kyuhyun pada dirinya sendiri. Ia mengacak frustasi rambut ikalnya, tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lakukan.
“aku benar-benar sudah gila.” gumamnya.
...................
Makan pagi itu hanya di selimuti diam, kedua-duanya sama-sama tidak ingin menghentikan kesunyian itu. Kyuhyun sedikit melirik sungmin diam-diam, ia ingin sekali meminta maaf namun lidahnya terasa kelu.
“ehem”. kyuhyun mencoba memecahkan keheningan itu. Namun sungmin hanya diam saja sambil memainkan makanan di piringnya.
“terima kasih sudah mengizinkanku tinggal disini kyuhyun ah. Maaf jika aku merepotkanmu.” Kata sungmin membuat kyuhyun menatapnya.
“aah ne, gwenchana, kau bisa tinggal disini jika kau mau.”
“aniyo, hari ini aku akan mencoba mencari pekerjaan, dan mencari tempat tinggal. Gomawo, jeongmal gomawo”
“ne, gwenchana.”
Kyuhyun sebenarnya ingin menahan sungmin, namun ia mengurungkan niatnya. Ia menyadari ia tidak memiliki hak mencampuri kehidupan sungmin. Mereka melanjutkan sarapan mereka dalam keheningan kembali. Sesekali sungmin melirik kyuhyun, sungguh ia masih ingin bersama kyuhyun, merasakan tatapan kyuhyun, tatapan yang 10 tahun ia nantikan, namun ia tidak ingin kyuhyun menganggapnya sebagai beban, bahkan mereka bukan seorang teman.
………………….
Sungmin Pov
Kemana lagi aku harus mencari pekerjaan, batin sungmin. sudah 3 tempat aku datangi, namun sama sekali tidak membuahkan hasil. Kakiku mulai lelah berjalan dan perutku mulai terasa lapar. Aku tidak memiliki uang bahkan untuk membeli makanan. Aku kembali duduk di sebuah batu di taman yang selalu aku kunjungi. Aku mendongakkan kepalaku menatap langit, membiarkan panasnya matahari menerpa wajah cantiknya.
“aku merindukanmu kyu.” Lirihku saat lagi wajah kyuhyun menari-nari dalam pikiranku. Baru 5 jam aku tidak melihatnya namun aku merasakan begitu merindukannya. Suaranya, dekapan hangatnya, dan juga matanya membuatku sangat merindukannya. Tatapan mata itu begitu hangat, dengan melihat matanya saja cukup memberiku semangat untuk terus hidup. Apakah aku begitu egois kyu, karena aku begitu menginginkanmu. Apa aku salah karena aku merasa mampu hidup hanya saat bersamamu. Aku membuka mataku saat kurasakan hujan mulai turun, namun aku tetap duduk diam, membiarkan hujan membasahi diriku, membawa rasa sakit di hati dan di hidupnku bersama air yang mengalir. Cinta yang terlihat mustahil untuk ku miliki, hidupku yang sangat tidak bersahabat denganku. Lama aku biarkan diriku terguyur derasnya hujan, pandangan mataku mulai menipis, tubuhku sudah sangat menggigil karena dingin. Aku sangat merindukan kehadirannya disini.
Aku mencinta………………………………..
BRUKKK…
TBC
Apa yang terjadi dengan sungmin yang pingsan?? Apa kyuhyun akan menemukan dan mengingat sungmin????




Don’t Bash please, if you don’t like read my story. Don’t read!!! Easy kan…